vivo fotografi

vivo Terus Kembangkan Teknologi Fotografi Seluler Profesional

39

vivo, produsen teknologi global terkemuka, terus memperkuat kompetensinya dalam inovasi fitur fotografi profesional. Brand terkenal itu berupaya terus mengembangkan berbagai fitur khususnya dalam bidang fotografi.

Setelah mengumumkan kemitraan jangka panjang dengan ZEISS, pemimpin global dalam bidang optik dan opto-elektronik serta pelopor di bidang profesional dan pencitraan seluler (mobile imaging), vivo kembali mengumumkan pendirian pusat R&D terbaru di Xi’An, Tiongkok, untuk mendukung pengembangan teknologi berbasis fotografi vivo yang semakin inovatif.

Edy Kusuma, Senior Brand Director vivo Indonesia mengatakan perngembangan fitur fotografi merupakan fokus perusahaan saat ini. Mereka ingin fotografi seluler bisa mengakomodasi kebutuhan pasar khususnya fotografi profesional.

“Pengembangan fungsi kamera menjadi salah satu long track phase vivo, dan untuk mendukung tujuan tersebut, investasi pada riset sangat dibutuhkan demi menembus keterbatasan teknologi fotografi seluler yang dihadapi saat ini.

“Diharapkan, pembangunan pusat R&D ini akan mendukung pengembangan jangka panjang untuk beragam inovasi dan produk unggulan vivo ke depan, khususnya dalam fitur fotografi,” kata Edy Kusuma.

Hadirnya pusat R&D vivo di Xi’An menambah deretan sarana riset vivo yang tersebar di berbagai negara. Sebelumnya, vivo telah memiliki sembilan pusat R&D yang cakupan penelitiannya meliputi pengembangan teknologi jaringan 5G dan 6G, kecerdasan buatan (AI), eksplorasi desain, serta mobile imaging.

Melengkapi dukungan rangkaian pusat R&D independen, sebelumya vivo juga telah menjalankan kerjasama dengan ZEISS, produsen optik terdepan asal Jerman, dengan mendirikan R&D gabungan, vivo ZEISS Imaging Lab.

Kemitraan vivo dan ZEISS juga mencakup pembuatan sistem mobile imaging, yaitu vivo ZEISS Co-engineered Imaging System, yang akan diterapkan secara berkelanjutan di dalam smartphone seri flagship vivo. 

“Menggabungkan wawasan konsumen yang komprehensif dan pengalaman sebagai pionir dalam industri, vivo dan ZEISS saling memfasilitasi dalam pengembangan aspek pencitraan seluler (mobile imaging) untuk smartphone.

“Dengan sinergi ini, teknologi lensa ZEISS diharapkan akan secara signifikan meningkatkan performa fitur fotografi yang makin profesional pada seri flagship vivo,” tambah Edy Kusuma.

Fitur Fotografi untuk Seri Flagship

vivo membuat langkah besar untuk mendefinisikan kembali sistem fotografi seluler dengan membawa teknologi Gimbal Stabilization Camera pertama kali dalam smartphone. Teknologi ini perdana diluncurkan secara komersial pada vivo X50 series di tahun 2020 lalu setelah muncul pada purwarupa APEX.

vivo menyematkan teknologi Gimbal yang tipikal digunakan untuk fotografer dan sinematografer profesional untuk hasil pencitraan yang lebih stabil, dalam desain smartphone yang ramping dan ergonomis serta andal untuk pengambilan gambar dan video. 

Pengembangan teknologi Gimbal Stabilization Camera terbaru terus dilakukan vivo dan akan terimplementasi melalui generasi flagship X Series terbaru, yaitu vivo X60 Series, yang resmi meluncur di pasar Tiongkok pada Desember 2020.

vivo X60 Series menjadi seri pertama vivo yang menempatkan vivo ZEISS Co-engineered Imaging System untuk performa kamera yang semakin canggih dan profesional. Seri X60 telah telah dikonfirmasi akan memasuki pangsa pasar lainnya seperti India dan Malaysia dalam waktu dekat.