Tekan Produk Impor, Pemerintah Garap Laptop Merah Putih

268

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menetapkan anggaran Rp17 triliun untuk untuk belanja produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada bidang pendidikan hingga tahun 2024.

Dana tersebut, nantinya akan dibelanjakan untuk kebutuhan laptop Merah Putih, access point, konektor, LCD proyektor, layar proyektor dan speaker.

Luhut mengatakan belanja produk dalam negeri (PDN) di sektor pendidikan dan belanja pemerintah pada bidang TIK masih rendah, bila dibandingkan dengan belanja produk impor.

“Tujuan utama adalah meningkatkan penggunaan produk TIK dalam negeri di bidang pendidikan melalui pengadaan barang pemerintah yang ditargetkan Rp17 triliun pada 2024,” ujar Luhut dalam konferensi pers, Kamis (22/7) lalu.

Salah satu produk TIK sektor pendidikan yang permintaannya tinggi adalah laptop yang mayoritas masih impor. Oleh sebab itu, pemerintah akan memproduksi laptop dalam negeri yakni laptop Merah Putih.

Pembuatan laptop ini tentunya menggunakan sumber daya manusia dalam negeri melalui kerja sama antar beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) di RI.

Adapun sejumlah PTN yang terlibat dalam produksi laptop Merah Putih, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kedepannya, proyek laptop ini dikerjakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Proyek ini akan melibatkan dosen dan peneliti dari multi-disiplin. Tetapi yang paling banyak adalah dari bidang Teknik Elektro dan Informatika.

Dilansir dari laman CNN Indonesia, Selasa (27/7), Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mengatakan keempat PTN tersebut bukan program perorangan, melainkan institusi.

“Sebagian besar dosen dan peneliti ITB yang memiliki kompetensi yang terkait akan dilibatkan, tentu tergantung dari dana yang tersedia dan aturan yang berlaku,” kata Reini yang dilansir dari CNN Indonesia.

Lebih lanjut, Reini menjelaskan, terdapat lima kategori kegiatan dalam tim masing-masing di PTN anggota konsorsium, yaitu terkait dengan platform hardware atau perangkat keras, platform sistem operasi, software (perangkat lunak) aplikasi, perangkat peripherals, dan komponen.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud-Ristek, Paristiyanti Nurwardani mengatakan, laptop buatan anak bangsa yang tengah dikembangkan tersebut memiliki kandungan TKDN mencapai 30 persen.

Nantinya, secara bertahap akan dinaikkan hingga 65 persen. Rencananya laptop ini akan mulai dipasarkan di dalam negeri pada 2022.

Berdasarkan informasi, kemungkinan laptop Merah Putih akan dibanderol dengan harga yang beragam bergantung pada tipenya, mulai dari sekitar Rp5 juta hingga Rp7,5 juta.