Sony Xperia Z3+

Sony Xperia Z3+ REVIEW

469

Sony Xperia Z3+Ponsel pintar yang sangat dinanti oleh penggemarnya ini hadir dengan beberapa perbaikan dari generasi sebelumnya. Tapi benarkah Xperia Z3+ lebih baik dari Xperia Z3?

Mempertahankan pola siklus enam bulan, Sony meluncurkan varian terbaru dari seri flagship mereka, Xperia Z generasi keempat yang diberi nama Xperia Z3+. Ponsel pintar yang sangat dinanti oleh penggemarnya ini hadir dengan beberapa perbaikan dari generasi sebelumnya. Tapi benarkah Xperia Z3+ lebih baik dari Xperia Z3?

“Sony Xperia berhasil menghadirkan perangkat yang lebih ringan, lebih tipis, dengan kinerja yang memukau. Sayang, semuanya harus berantakan karena permasalah overheat yang sangat mengganggu.”

Sony Xperia Z3+ resmi diumumkan pada Mei 2015 sebagai penerus dari Z3. Hal ini sedikit memberi kekecewaan bagi penggemarnya yang menantikan kehadiran Xperia Z4 yang sempat ramai dipemberitaan.

Walau bukan smartphone dengan seri yang diharapkan, kehadiran Xperia Z3+ diharapkan dapat menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih baik dari generasi sebelumnya yang mendapat predikat sebagai Best Smartphone 2015 dari kami. Tapi sayang, smartphone seri terbaru ternyata tidak selalu berkolerasi dengan produk terbaik pula.

Design

Sony Xperia Z3+Sekilas, Xperia Z3+ terlihat identik dengan kakaknya, Xperia Z3. Namun pengalaman yang berbeda akan langsung terasa ketika kita mulai menggunakannya dan memperhatikan lebih seksama.

Produk terbaru dari vendor asal Jepang ini sangat ringan ketika kita pegang. Sebagai pengguna Xperia Z3 sebelumnya, desain smartphone flagship generasi terbaru dari Sony ini sangat menawan.

Dari segi ukuran, Xperia Z3+ memiliki dimensi yang hampir sama dengan Z3, yaitu 146 x 72 mm. Perbedaan terletak pada ketebalan, di mana Xperia Z3+ lebih tipis 0.4 mm dari pada kakaknya yang memiliki ketebalan 7.3 mm.

Mungkin dari sisi dimensi, perbedaan kurang dari 0.5 mm ini tidak akan terlalu kentara, namun yang sangat terasa perbedaannya adalah bobot yang sangat ringan. Xperia Z3+ kini hanya memiliki bobot 144 gram, ini lebih ringan 8 gram dari generasi sebelumnya.

Walau tidak terlalu banyak perbedaannya, namun bobot ringan ini langsung terasa ketika kami menggenggam Xperia Z3+ untuk pertama kalinya.

Desain body Xperia Z3+ masih tetap setia menggunakan lapisan kaca di depan dan belakang dengan pelindung di sisi-sisinya. Desain tombol power/lock tetap berada di sisi kanan layar yang berukuran 5.2 inci.

Salah satu perbedaan yang cukup kentara terletak pada slot pengisian daya, di mana sebelumnya slot ini tersembunyi di balik lapisan pelindung di sisi kiri layar, pada Xperia Z3+, slot ditempatkan pada posisi ‘klasik’ seperti kebayakan smartphone lainnya, yaitu pada sisi bawah.

Sony menjamin bahwa walau tidak tertutup, slot ini aman untuk dibawa berenang sekalipun. Hal ini mengingatkan kita tentang perubahan slot audio dari Xperia Z ke Xperia Z1. Untuk warna, Xperia z3+ terlihat lebih glossy dibandingkan kakaknya Xperia Z3.

[nextpage title=”Display”]

Sony Xperia Z3+ ReviewUkuran layar Xperia Z3+ masih sama seperti generasi sebelumnya, yaitu 5.2 inci dengan kerapatan pixel 424 ppi pada resolusi 1080 x 1920 pixel. Teknologi Triluminos display dan X-Reality Engine tetap disematkan sehingga menghadirkan kualitas gambar yang menawan pada layar.

Selain itu, posisi layar kini terlihat lebih dekat dengan lapisan pelingdung sehingga memberi kesan posisi layar sejajar dengan permukaan.

Warna yang ada terlihat tajam dengan gradasi warna yang memukau. Apabila sebelumnya kami mendapatkan masalah ketika mengakses Xperia Z3 di bawah cahaya matahari yang terik, maka hal tersebut tidak lagi muncul ketika menggunakan generasi teranyar ini.

[nextpage title=”Performance”]

Sony Xperia Z3+ ReviewSony Xperia Z3+ telah dipersenjatai dengan sistem operasi terbaru dari Google, yaitu Android 5.0 Lolipop. Bagi yang sudah pernah menggunakan ponsel seri apapun dari Sony, tentu akan dengan mudah mengoperasikan smartphone tahan air ini. Secara interface, tidak ada perubahan berarti pada Xperia Z3+.

Untuk urusan dapur pacu, Sony menggunakan prosesor Quad-core 1.5 GHz Cortex-A53 dan Quad-core 2 GHz Cortex-A57 dengan chipset Qualcomm MSM8994 Snapdragon 810. Penggunaan prosesor Octa-Core berhasil meningkatkan kinerja Xperia Z3+ lebih baik lagi.

Padahal sebelumnya, kinerja Z3 dengan prosesor Quad-Core sudah sangat baik. Hal ini membuat segala sesuatunya menjadi lebih cepat dan smooth. Hal ini tentu tidak terlepas dari dukungan RAM sebesar 3GB yang tersedia.

Tapi sayang, kinerja yang memukau ini harus sedikit terganggu dengan peningkatan suhu secara instan. Kita tidak berbicara ponsel yang sedikit hangat di sini, melainkan sebuah ponsel yang benar-benar panas hingga cukup mengganggu ketika kita mengoperasikannya.

Overheat ini memang sempat menjadi pembicaraan publik ketika Xperia Z3+ pertama kali diluncurkan. Dan sayangnya, hingga saat ini, Sony sepertinya belum menemukan solusi terbaik untuk menanggulangi permasalahan panas berlebih pada Xperia Z3+.

Panas yang dihasilkan oleh Xperia Z3+ sangat mengganggu. Hal ini dapat membuat kita menghentikan sejenak aktivitas yang tengah kita lakukan pada saat itu, entah sekedar bermain game, atau melakukan hal-hal lebih produktif lainnya, seperti menulis email atau browsing. Hal ini juga sangat mengganggu apabila kita tengah mengoperasikan kamera.

Xperia Z3+ dilengkapi dengan internal storage sebesar 32GB. Ukuran ini sudah cukup besar sebenarnya, namun bagi mereka yang senang melakukan aktivitas fotografi, atau menyimpan banyak lagu dan video dalam perangkatnya, kapasitas ini dapat ditambah dengan kartu microSD berkapasitas hingga 128GB.

Apabila masih belum cukup, cloud storage dapat menjadi alternatif, terlebih Xperia Z3+ telah mendukung jaringan LTE yang kini tengah ngetren di tanah air.

Untuk seri flagship mereka, Sony tetap mempertahankan fitur yang sangat disukai penggemar mereka, yaitu tahan air dengan sertifikasi IP65/IP68. Xperia Z3+ sendiri tetap dapat dioperasikan dengan tenang selama kedalaman air tidak lebih dari 1.5 m dengan durasi 30 menit di dalam air.

Hal ini lebih dari cukup, karena ketika kita menggunakan smartphone di dalam air, tentu peruntukannya bukan untuk dibawa-bawa seperti kegiatan sehari-hari, namun lebih untuk keperluan tertentu, seperti foto di bawah air, atau mengabadikan keseruan lainnya.

[nextpage title=”Camera”]

Sony Xperia Z3+ ReviewKamera telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah smartphone. Dan Sejak seri Z pertama kali diluncurkan, salah satu keunggulan utama yang ditonjolkan oleh Sony adalah kualitas kamera. Seperti generasi pertama pula, Sony membekali Xperia Z3+ dengan kamera beresolusi 20.7 megapixel.

Kualitas gambar yang dihasilkan sangat baik, khususnya ketika mengabadikan momen dengan pencahayaan cukup. Sedangkan untuk momen dengan pencahayaan minim, hasil baik hanya apabila kita menggantinya dengan modus manual. Untuk kamera depan, Xperia Z3+ kini dibekali dengan kamera 5.1 megapixel. Hal ini tentu berita yang menyenangkan bagi mereka pecinta selfie.

Xperia Z3+ juga mampu merekam video dengan resolusi 4K, yang tentu saja merupakan salah satu fitur luar biasa. Tapi hal tersebut ternyata tidak dapat maksimal dilakukan. Termasuk untuk mengambil foto terus-menerus dalam waktu singkat.

Hal ini tidak terlepas dari isu panas berlebih yang kami singgung sebelumnya. Setelah melakukan 5-6 kali bidikan, kamera akan mati secara otomatis agar perangkat dapat lebih dingin.

[nextpage title=”Battery”]

Sony Xperia Z3+ ReviewSelain kamera, baterai adalah salah satu yang selalu dibanggakan oleh Sony pada perangkat Xperia seri Z mereka. Dan pada kenyataannya, daya tahan baterai yang memuaskan tersebut tidak hanya sekedar klaim sepihak. Xperia Z3 dapat bertahan hingga hampir dua hari dengan pemakaian normal.

Dan adiknya, Xperia Z3+ berhasil menghadirkan pengalaman yang hampir. Sedikit penutunan performa baterai ini disebabkan kapasitas baterai yang yang lebih kecil 170mAh, yaitu hanya 2930mAh. Menurunnya kapasitas baterai kelihatannya tidak terlepas dari kebijakan untuk membuat Xperia Z3+ lebih tipis dan ringan dari generasi sebelumnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.