Selebriti Berhenti Sehari dari Facebook dan Instagram Sebagai Aksi Protes Ujaran Kebencian

9

Beberapa selebriti mengumumkan bahwa mereka akan “membekukan” akun Facebook dan Instagramnya pada hari Rabu untuk menyerukan perubahan pada kebijakan Facebook.

Para selebriti papan atas dan beberapa perusahaan telah tergabung dalam Anti-Defamation League : suatu kampanye yang menyerukan Facebook untuk menindak ujaran kebencian, kekerasan, dan informasi yang salah di platformnya.

Grup tersebut, menurut situs webnya, adalah “koalisi yang beragam dan berkembang yang ingin Facebook mengambil langkah-langkah masuk akal” untuk membersihkan platformnya, dan banyak anggota berjanji untuk “membekukan” akun mereka pada hari Rabu. Alih-alih memposting konten atau iklan normal mereka, para anggota akan “memasang satu pesan yang berfokus pada kerusakan yang dilakukan Facebook dan menahan diri untuk tidak memposting di Instagram untuk satu hari.”

“Pembekuan” adalah bagian dari “minggu aksi” koalisi, yang dimulai Senin. Para anggota berencana untuk terus berbagi informasi tentang “bagaimana kegagalan Facebook menyebabkan kekerasan dalam kehidupan nyata dan menabur perpecahan”. Para anggota menyerukan suatu perubahan hingga akhir minggu.

Seorang juru bicara Facebook tidak mengomentari kampanye tersebut.

Selebriti seperti Kim Kardashian West, Katy Perry, dan Demi Lovato mulai men-tweet dan memposting di Instagram tentang dukungan mereka untuk gerakan tersebut pada hari Senin. Jennifer Lawrence menulis di Twitter bahwa dia percaya Facebook “mengabaikan” kebencian dan disinformasi sebagai “keputusan yang disengaja untuk mendahulukan demokrasi.”

Para selebritis bergabung dengan NAACP, serta bisnis seperti Honda, Verizon, Hershey, dan Unilever. Kampanye pertama grup tersebut, pada bulan Juli, meminta perusahaan untuk menjeda iklan di Facebook selama sebulan.

Koalisi mengatakan bahwa sekarang adalah titik penting bagi Facebook untuk mengambil tindakan.

“Koalisi tidak berharap Facebook akan sempurna di semua kasus dan setiap saat,” kata kelompok itu. koalisi meminta reformasi yang masuk akal.