Samsung Galaxy S21 FE

Samsung Galaxy S21 FE Masuki Masa Produksi, Ini Bocoran Spesifikasinya

505

Situs berita lokal Korea Selatan, Yonhap News menyebut Samsung tengah memproduksi smartphone terbarunya yakni Galaxy S21 FE yang diperkirakan akan dirilis pada Agustus mendatang bersamaan dengan ponsel layar lipat, smartwatch dan earbuds terbaru.

Pasalnya, Galaxy S21 FE itu sudah muncul di situs sertifikasi ponsel Amerika Serikat, FCC, dan TEENA China. Sejumlah spesifikasi terbaru juga turut terungkap.

Misalnya, dari aspek layar, ponsel ini mengusung layar berdiagonal 6,4 inci dengan resolusi Full HD Plus 1.080×2.340 piksel.

Dalam sektor fotografi, smartphone tersebut bakal dibekali tiga kamera belakang yang tersusun secara vertikal. Sementara daya tahan ponsel ditopang dengan baterai berkapasitas 4.370mAh dengan fast charging 45W.

Untuk dapur pacunya, diperkirakan akan ditenagai oleh dua jenis SoC, yakni Exynos 2100 dan Snapdragon 888.

Ponsel ini juga tersedia dua varian RAM dan memori penyimpanan, yakni 8GB/128GB dan 8GB/256GB. Ponsel ini juga telah menjalankan sistem operasi Android 11.

Adapun sejumlah bocoran lainnya terungkap, yakni dilengkapi sertifikasi ketahanan terhadap debu dan air IP68.

Galaxy S21 FE sendiri diperkirakan akan dibanderol sekitar 700.000-800.000 Won/ USD 630- USD 700 (sekitar Rp 9 – 10,1 juta) di Korea Selatan.

Meski spesifikasinya sudah terungkap, Samsung sendiri belum memberikan informasi resmi soal tanggal perilisan ponsel versi murah dari lini Galaxy S21 ini.

Sempat tertunda

Belum lama ini, berdasarkan bocoran yang beredar rupanya peluncuran Galaxy S21 FE sempat ditunda karena kurangnya persediaan chipset di seluruh dunia.

Pasalnya sebelumnya Galaxy S21 FE dikabarkan akan rilis pada Juni 2021, namun ada juga laporan yang mengungkap perangkat ini bakal rilis pada kuartal keempat 2021.

Kekurangan chipset global diperparah dengan adanya perusahaan Tiongkok seperti Oppo, Vivo, dan Xiaomi yang melakukan penimbunan komponen.

Kondisi kelangkaan chipset juga makin parah dengan meningkatkan penyebaran virus corona di Vietnam, yang merupakan salah satu pabrikan smartphone terbesar di dunia.