Review Nokia 4.2

665

Jika mendengar kata Nokia, tentu saja yang langsung terbesit di pikiran kita adalah merk legendaris suatu telepon genggam yang juga sering disebut-sebut sebagai ponsel sejuta umat pada masanya. Namun kepopuleran Nokia surut seiring munculnya android mulai dari Samsung hingga beragam merk dari negeri Tiongkok. Beberapa tahun tidak terdengar lagi, Nokia pun sempat merilis beberapa android yang cukup mahal namun masih belum mampu menandingi android buatan Cina. Jika dibandingkan secara fisik, ponsel Nokia bisa dibilang selalu lebih unggul dan terkesan eksklusif. Jika hape-hape di pasaran kebanyakan menggunakan plastik karbonat sebagai elemen body built-nya, maka Nokia selalu tidak lepas dari casing berbahan metal. Sayangnya, hal itu tidak membuatnya mampu bersaing di pasaran, namun bukan berarti Nokia kehilangan penggemar setianya yang rela mengocek saku lebih. Belajar dari kesalahan-keslahan masa lalu, Nokia mulai memperbaiki sedikit-demi sedikit kesalahan mereka.

Baru-baru ini, Nokia mengeluarkan budget phone seri Nokia 4.2, ponsel berukuran 5.7 inch di pasaran dua jutaan.

Berbeda dengan pendahulunya, Nokia 3.1, smartphone ini memiliki notch berupa tetesan air atau water drop. Seperti smartphone Android One lainnya, tombol Google Assistant juga hadir dalam Nokia 4.2.

Mengutip dari jagatreview.com, Indonesia menjadi negara pertama yang menghadirkan Nokia 4.2. Ravi Kunwar, kepala APAC HMD Global, mengatakan bahwa Nokia 4.2 merupakan bukti bahwa HMD Global ingin serius meramaikan persaingan smartphone murah.

Tanpa panjang lebar, berikut review dari smartphone besutan Nokia.

Desain

Nokia 4.2 ini hadir dengan ukuran layar 5.71 inci HD+ dan 2.5D Curved Glass. Dari bentukan layar ini, smartphone nokia ini menjadi lebih solid. Tampilan full-view pada layar berdimensi 19:9 dengan water drop notch juga menjadikannya patut untuk jadi nilai tambah untuk membelinya karena tampilannya tidak membuat dimensi kecilnya menjadi terlihat gemuk, malah menjadi nyaman dipandang.

Tampilan bezel tipis di kiri-kanan layar juga, menurut penulis, cukup. Tidak terlalu besar. Namun, jika Nokia memberikan bezel yang lebih kecil lagi akan tambah menarik. Dibagian bawahnya terdapat bezel yang lebih besar ditambah dengan tulisan ‘NOKIA’. Tulisan ini mengingatkan penulis pada handphone Nokia jadul.

Bagian belakang yang dilapisi dengan kaca dibubuhi tulisan ‘NOKIA’ secara vertikal, sejajar dengan finger print, lampu flash dan juga kedua lensa kameranya yang berukuran 13 MP dan 2 MP.

Bagian kiri smartphone ini terdapat SIM Card Tray dan juga smart button untuk memanggil Google Assistant. Sedangkan dibagian kanannya terdapat tombol volume serta tombol power/lock yang dibalut dengan lampu berwarna putih.

Untuk audio jack 3.5mm terdapat dibagian atas dan micro USB berada dibagian bawah bersebelahan dengan lubang speaker.

Fitur

Nokia 4.2 dijalan dengan sistem operasi berbasis Android Pie. Dalam smartphone ini, terdapat face recognition untuk membuka kunci dengan wajah menggunakan sistem biometrik selain finger print biasa. Kedua fitur keamanan ini berjalan dengan cukup baik. Namun, pada fitur face recognition diperlukan waktu sekitar 3 detik untuk membaca wajah dalam ruangan dicahaya lampu neon yang berfungsi juga sebagai LED Notifikasi.

Dalam kameranya, Nokia 4.2 memiliki fitur Pro yang, sangat disayangkan, hanya dapat mengatur tingkatan ISO, white balance, serta fokus saja tanpa adanya pengaturan shutter speed. Namun, hasil yang didapat dari jepretan kamera ini cukup memuaskan. Dalam keadaan cahaya matahari yang terik, kamera ini dapat menghasilkan warna yang kontras serta ditambah fitur bokeh yang tidak berlebihan dapat membuat hasilnya tambah menarik.

Smartphone yang penulis gunakan juga sudah memiliki NFC yang memudahkan pembayaran dengan uang elektronik.

Kamera

Ponsel ini dilengkapi kamera belakang 13 MP yang berpadu dengan kamera dengan sensor mendalam 2 MP serta kamera selfie menghadap ke depan 8MP yang memukau dengan lebar bidang sudut pandang 74° . Terdapat beragam fitur di kameranya dari ISO, opsi White Balance, opsi Pro, dan bokeh. Sensor kamera bekerja dengan semestinya namun kurang menghasilkan gambar tajam, meskipun dalam keadaan terang benderang. Berikut contoh-contoh jepretan dari Nokia 4.2

ISO 100, menggunakan mode bokeh
ISO 100, mode Pro
Mode bokeh
ISO 100, mode Photo

Performa

Nokia 4.2 ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 439 serta GPU Adreno 505. Smartphone yang ditenagai dengan RAM 3GB ini mencapai skor Antutu sebesar 78127. Skor demikian cukup untuk bermain game mobile seperti PUBG Mobile, walaupun hanya bisa digunakan dengan grafik rata kiri. Performa bermain game ini terbantu dengan User Interface yang digunakan karena smartphone ini menggunakan UI Stock Android Pie.

Kesimpulan

Untuk ukuran harga yang berada disekitaran 2 juta-an, Nokia 4.2 masih bisa dibilang worth it ditahun 2019 ini. Kata worth it ini untuk kamu-kamu yang menginginkan hape mungil dan menjadi smartphone kedua kamu. Fitur-fitur, seperti NFC, bisa kamu gunakan untuk melakukan pembayaran tanpa perlu membawa banyak kartu. Untuk menjadi smartphone dengan fitur-fitur hiburan, menurut penulis, masih kurang. Lebih baik, nabung dulu untuk mengejar smartphone dengan kualitas yang lebih baik jika kamu memang mengejar hiburan dari sebuah smartphone.