realme Tunjuk Fotografer Profesional Aaron Huey dari National Geographic sebagai Chief Photography Officer

25

realme memiliki pengaturan tersendiri dalam hal gambar baik untuk perangkat lunak maupun perangkat keras yang digunakan. Hari ini realme mengumumkan kolaborasinya dengan Aaron Huey, seorang fotografer profesional dari National Geographic dan menunjuknya sebagai realme Chief Photography Officer. Tugas utama dari realme Chief Photography Officer adalah mengembangkan penyetelan gambar dari realme XT yang memiliki empat kamera beresolusi 64MP. Ia juga bertanggungjawab untuk menyetel algoritma gambar pada lensa utama 64MP di realme XT sehingga pengguna dapat merasakan pengalaman “Dare to Leap” pada saat mengambil gambar.

Aaron Huey terkenal dengan perjalanan solonya sejauh 3.349 mil melintasi Amerika bersama anjing peliharaannya, Cosmo. Pada 2008, ia juga dianugerahi National Geographic Expedition Council Grant berkat aksi petualangannyadi Siberia. Tahun 2017, Aaron Huey menerima penghargaan dari National Geographic sebagai Society Explorer Grantee. Saat ini ia bekerja di National Geographic sebagai fotografer dan sebagai Contributing Editor di Majalah Harper’s.

“Perjalanan kami penuh tantangan untuk bisa melihat hal-hal terindah disekitar kita. Bersama dengan tim kamera dari realme, saya terus menerus mencoba performa kamera dengan melakukan debugging secara terus menerus. Sehingga pada akhirnya kamera berhasil mendapatkan warna dan jangkauan yang melampaui pandangan mata saya sehingga saya bisa mengambil gambar dalam kondisi sulit dan pencahayaan yang minim sekalipun,” kata Aaron Huey – realme Chief Photography Officer.

Huey menambahkan, “Saya sangat kagum dengan kemampuan kamera ini, saya tidak percaya bahwa kamera sebuah ponsel dapat menangkap gambar dengan resolusi super tinggi dan kaya akan detil –  benar-benar detil seperti menggunakan perlengkapan kamera profesional. Dengan resolusi 64MP dan beberapa kali percobaan, kami pun berhasil mendapatkan hasil foto yang baik dalam keadaan gelap, memiliki jangkauan cahaya dan warna yang luas serta detil ultra jelas pada sebuah ponsel pintar. Tentunya hal ini belum pernah ada sebelumnya.”

realme percaya bahwa selain penggunaan perangkat keras yang mumpuni dan kualitas gambar yang sangat baik, penyetelan gambar juga sama pentingnya. Untuk itu dibutuhkan sebuah intuisi dari seorang fotografer profesional dalam menyetel gambar guna menghasilkan gambar berkualitas baik dalam berbagai kondisi. Itulah latar belakang dibalik penunjukan Aaron Huey sebagai Chief Photography Officer di realme. Selain itu, realme berharap anak muda di seluruh dunia dapat menjelajahi banyak potensi dalam hal fotografi ponsel sehingga mereka bisa mengekspresikan diri mereka yang sebenarnya melalui lensa 64MP Quad Camera di realme XT.

realme XT hadir dengan layar 6.4 inci FHD+ Super AMOLED dengan desain dewdrop notch yang menawarkan rasio layar 91,9%. Ponsel ini ditenagai oleh Snapdragon 712 dan didukung baterai berkapasitas 4.000mAh dengan VOOC Flash Charge 3.0. Dibagian belakang, realme XT menanamkan modul quad camera dengan kamera utama menggunakan sensor Samsung ISOCELL GW1 dan bukaan lensa f/1.8 serta dukungan EIS. Ketiga kamera lainnya menawarkan 8MP lensa ultra-wide angle, 2MP lensa ultra-macro dan 2MP lensa dengan sensor depth. Di bagian depan, realme XT memiliki 16MP kamera selfie yang diletakkan dalam minidrop notch.

realme mendukung teknologi 5G pada Qualcomm 5G Summit 2019, membuka potensi 5G untuk anak muda

Saat ini perangkat komunikasi sudah memasuki era 5G, semua produsen smartphone berfokus untuk meluncurkan produk yang mendukung 5G. realme turut berpartisipasi dalam konferensi 5G yang diadakan oleh Qualcomm dimana Direktur realme Eropa, Levi Li, telah membawakan sebuah presentasi berjudul “5G In Smartphones and Beyond: Meeting Consumer Expectations with 5G Devices”. Presentasi tersebut akan menjadi pengalaman realme dalam mengkomersilkan gelombang awal perangkat 5G dan membicarakan apa yang dibutuhkan untuk memenuhi ekspektasi konsumen dengan smartphone 5G.

Berkat kerjasama yang baik dan jangka panjang dengan Qualcomm, realme akan menjadi salah satu merek yang pertama memproduksi smartphone yang terintegrasi dengan 5G SoC dari Qualcomm. Sejalan dengan semangat “Dare to Leap”, realme bermaksud membawa perangkat yang sudah mendukung teknologi 5G kepada dunia, sehingga konsumen dapat memiliki smartphone 5G dengan harga yang terjangkau bahkan sebelum layanan 5G resmi diluncurkan.

Pengguna realme secara global mencapai 17 juta, naik 7 juta pengguna dalam 90 hari

Sejak didirikan pada Mei 2018, realme, merek smartphone yang baru dan ambisius dengan cepat mendapatkan pengakuan dari konsumen global dengan semangat merek dan konsep produk “Dare to Leap”.  Hingga 10 Juli 2019, realme sudah memiliki 10 juta pengguna secara global. 90 hari kemudian, realme mengumumkan jumlah pengguna global telah mencapai 17 juta pada 8 Oktober 2019. Pertumbuhan yang cepat ini membuktikan bahwa konsep untuk menyediakan anak muda produk-produk yang mengejutkan pada kisaran harga yang sama serta multifungsi sangat diterima oleh lebih banyak konsumen diseluruh dunia.

Pengguna realme telah mencapai 17 juta dalam waktu kurang dari setahun, berkat penetrasi pasar global yang masif. realme sukses hadir di lebih dari 20 negara termasuk di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Eropa juga dataran Tiongkok. Pertumbuhannya belum berhenti sampai disini. Saat ini realme sedang berupaya hadir di Australia dan konsisten membawa produk-produk dengan semangat “Dare to Leap” kepada anak muda diseluruh dunia.