Search

Populasi Ikan Semakin Berkurang Seiring Bertambah Panasnya Iklim Lautan

86

Populasi ikan menurun ketika iklim lautan menjadi semakin panas, menempatkan sumber utama makanan serta pendapatan finansial menjadi lebih beresiko bagi jutaan orang di seluruh dunia, menurut penelitian baru yang diterbitkan Kamis.

Studi ini menemukan bahwa jumlah makanan laut yang dapat dipanen manusia secara berkelanjutan dari berbagai spesies menyusut 4,1 % dari tahun 1930 hingga 2010.

“Penurunan 4 % memang terdengar kecil, tetapi ini berarti 1,4 juta metrik ton ikan dari tahun 1930 hingga 2010,” kata Chris Free, penulis utama studi tersebut, yang muncul dalam jurnal Science.

Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa pemanasan global akan memberi tekanan pada pasokan makanan dunia dalam beberapa dekade mendatang. Tetapi temuan baru – yang memisahkan efek pemanasan air dari faktor lain, seperti penangkapan ikan berlebih – menunjukkan bahwa perubahan iklim telah memberi dampak serius pada makanan laut.

Ikan adalah 17 % dari asupan protein populasi global, dan sebanyak 70 % bagi pemukim yang tinggal di beberapa negara pesisir dan pulau, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Ikan menyediakan sumber protein penting bagi lebih dari setengah populasi global, dan sekitar 56 juta orang di seluruh dunia didukung dalam beberapa hal oleh perikanan laut,” kata Dr. Free.

Karena lautan telah memanas, beberapa daerah sangat terpukul. Di Samudera Atlantik timur laut dan Laut Jepang, populasi ikan menurun sebanyak 35 % selama periode penelitian.

“Ekosistem di Asia Timur telah mengalami penurunan produktivitas perikanan terbesar,” kata Dr. Free. “Dan wilayah itu adalah rumah bagi beberapa populasi manusia dan populasi terbesar yang tumbuh yang sangat bergantung pada makanan laut.”

Kehidupan laut telah mengalami beberapa efek paling drastis dari perubahan iklim. Lautan telah menyerap 93 % panas yang terperangkap oleh gas rumah kaca yang dipompa oleh manusia menuju atmosfer.

Sebuah studi yang diterbitkan pada bulan Januari, juga dalam Science, menemukan bahwa suhu laut meningkat jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Di tengah kondisi yang berubah-ubah ini, ikan-ikan bergeser di tempat mereka hidup, untuk mencari suhu yang mereka sukai. Temperatur laut yang tinggi dapat membunuh ikan itu sendiri dan sumber makanan yang mereka andalkan.

“Ikan seperti Goldilocks: Mereka tidak suka air mereka terlalu panas atau terlalu dingin,” kata Malin L. Pinsky, seorang profesor di Sekolah Ilmu Lingkungan dan Biologi di Rutgers University dan penulis pendamping penelitian baru.

Secara keseluruhan, lebih banyak populasi ikan menurun daripada meningkat selama delapan dekade dalam penelitian ini.

Beberapa studi sebelumnya telah memperkirakan bahwa perubahan iklim akan menyebabkan lebih sedikit ikan laut di masa depan, tetapi penelitian baru melihat data historis untuk menentukan bahwa penurunan sudah dimulai.

Sumber: The New York Time




Perkembangan zaman yang semakin modern ditambah dengan teknologi yang terus maju membuat kebutuhan laptop bagi pelajar saat ini tidak dapat dipungkiri. Berikut 5 daftar spesifikasi laptop dengan Harga laptop terbaru. Read More...