Pesawat Elektronik Pertama Norwegia Jatuh ke Danau

255

Pesawat bertenaga baterai pertama Norwegia mendarat di sebuah danau pada hari Rabu, dalam kemunduran untuk strategi penerbangan negara itu, meskipun polisi mengatakan pilot dan penumpang keduanya selamat tanpa cedera.

Pesawat bertenaga baterai pertama di Norwegia yang diujicobakan oleh Kepala Eksekutif Avinor Dag Falk-Petersen terlihat sebagian terendam di danau setelah pendaratan di Nornestjonn, Arendal, Norwegia, 14 Agustus 2019. NTB Scanpix / Hakon Mosvold Larsen seperti yang dilansir dari surat kabar REUTERS

Pemilik pesawat, operator bandara Avinor, mengatakan kepada Reuters tahun lalu bahwa pihaknya berharap untuk melihat penerbangan penumpang komersial di pesawat listrik pada 2025.

Pesawat dua tempat duduk itu diujicobakan oleh Kepala Eksekutif Avinor Dag Falk-Petersen, yang telah mengundang serangkaian penumpang kelas atas untuk memamerkan peluang elektrifikasi.

Foto-foto yang diterbitkan oleh media Norwegia menunjukkan pesawat Alpha Electro G2, produksi keluaran Pipistrel Slovenia, ditampilkan sebagian terendam dengan hidung tertunduk di ujung danau dekat Arendal, Norwegia selatan.

Penyebab kecelakaan itu belum jelas.

“Saya menelepon mayday dan mencari tempat untuk mendarat,” kata Falk-Petersen kepada penyiar publik NRK.

“Ini tidak baik untuk pekerjaan yang kita lakukan,” tambahnya.

Penumpangnya selama kecelakaan itu, Aase Marthe Horrigmo, seorang menteri pemerintahan junior, berada di antara para tamu Avinor pada hari Rabu, begitu juga hal-nya Menteri Lingkungan Hidup Ola Elvestuen, yang terbang lebih awal pada hari itu.

Pemerintah telah meminta Avinor untuk mengembangkan program elektrifikasi semua penerbangan domestik pada tahun 2040.