Perkembangan dan Inovasi Brand Otomotif di Masa Pandemi

22

Pembatasan atas kontrol pergerakan yang ketat selama pandemi COVID-19 diperkirakan akan menghantam industri otomotif di pasar Asia Tenggara. Namun, hasil studi Isentia  menunjukkan sebaliknya. Transisi dari tahun 2020 ke 2021 akan semakin menarik, karena fokus industri otomotif semakin memberikan perhatian, terutama ke pasar negara berkembang di Asia Tenggara. 

Dalam kesempatan kali ini, Isentia ingin membagikan hasil analisa terbaru kami seputar industri otomotif. Data dalam laporan industri otomotif ini diambil dari database media digital dan percakapan sosial kami pada kuartal terakhir tahun 2020 (antara 1 Oktober 2020 dan 15 November 2020). Semoga hasil temuan kami dapat bermanfaat sebagai referensi untuk artikel Anda selanjutnya 

Berikut beberapa temuan utama yang perlu disoroti:
1. Peluncuran Mobil Baru di Tengah Krisis COVID-19
Terlepas dari situasi pandemi, produsen mobil terus mendorong momentum dengan meluncurkan berbagai model mobil. Sejalan dengan kebutuhan akan jarak sosial untuk keselamatan, BMW Indonesia, misalnya, menggelar virtual launching M2 Edition by Futura 2000. Bahkan pihaknya telah menghadirkan unit mobil anyar dengan menggunakan box berukuran container sebagai antisipasi.

2. Strategi Memikat Pelanggan Melalui Inovasi
Sebagai pendorong utama PDB di banyak negara, beberapa pemerintah telah menawarkan bantuan kepada perusahaan di industri mobil yang terkena dampak COVID-19. Dengan demikian, produsen mobil di sekitar Asia Tenggara telah beralih ke inovasi sebagai cara untuk meningkatkan penjualan kendaraan mereka.

3. Brand Otomotif Terpopuler di Indonesia  
Berdasarkan pemberitaan digital di Indonesia, Suzuki berada di urutan pertama brand terpopuler (2,435 buzz) , disusul oleh  Toyota (2,254 buzz). Lalu ada BMW (879 buzz); Daihatsu menjadi trending di nomor empat (842 buzz), serta terakhir Hyundai (100 buzz ).