Penurunan dan Kejatuhan Kekaisaran Zuckeberg

451

Mark Zuckerberg bukan orang pertama dalam sejarah yang mendapatkan inspirasi dari Augustus Caesar, pendiri Kekaisaran Romawi, tetapi dia adalah salah satu dari sedikit orang yang merealisasikan pelajaran dari pemerintahan Augustus. Kedua pria itu membangun kerajaan internasional sebelum menginjak usia 33 tahun. “Pada dasarnya, melalui pendekatan yang benar-benar keras, ia mendirikan 200 tahun perdamaian dunia,” Zuckerberg menjelaskan kepada seorang wartawan New Yorker awal tahun ini.  Zuckerberg menjelaskan, “Augustus harus melakukan hal-hal tertentu” untuk memastikan stabilitas kekaisarannya. Hal itu rupanya juga berlaku juga bagi Facebook.

Laporan yang diterbitkan di New York Times pekan lalu mengungkapkan secara detail panjangnya perkara yang harus dihadapi Facebook untuk melindungi dominasinya dan menyerang para kritikusnya. Karena berbagai krisis yang saling berkaitan mengenai pidato kebencian, misinformasi, dan kebocoran data, eksekutif puncak diabaikan, dan kemudian dirahasiakan, bukti bahwa platform telah menjadi vektor untuk kampanye misinformasi oleh hacker Rusia yang didukung pemerintah. Dalam satu contoh yang sangat menyakitkan, perusahaan itu menyewa konsultan politik penyebar teori konspirasi yang menuduh George Soros mendanai protes anti-Facebook. Zuckerberg, tampaknya, telah mengambil “pendekatan yang benar-benar keras” untuk membangun hegemoni digital.

Tuntutan CEO untuk turun tahta, atau setidak-tidaknya mundur dari perannya sebagai ketua dewan, telah meningkat, tetapi Zuckerberg – yang menguasai 60 persen saham voting Facebook – tidak mungkin mengundurkan diri. Seperti yang dilaporkan oleh Wall Street Journal, dia mengatakan kepada eksekutif perusahaan awal tahun ini bahwa Facebook tengah berperang.

Facebook menyalahkan angka-angka pengguna Eropa yang melemah bukan karena citra publiknya yang goyah, tetapi pada undang-undang privasi baru Uni Eropa yang agresif, GDPR. Apa yang membuat ramalan Times sangat berbahaya bagi kekaisaran Zuckerberg adalah bahwa Kejatuhan Facebook mungkin tidak datang setelah penurunan panjang tetapi melalui aksi luar – ditampar dengan denda besar dan investigasi mahal, didera dan dilemahkan oleh rezim peraturan baru.

Orang Amerika telah membalikkan pendapat mereka tentang media sosial selama setahun terakhir, dan mayoritas orang Amerika di seluruh spektrum politik sekarang percaya bahwa media sosial melukai demokrasi dan bahwa pemerintah tidak melakukan cukup antisipasi.

Itu adalah kemarahan publik yang seharusnya paling mengkhawatirkan bagi Facebook. Raksasa teknologi lainnya telah berhasil melarikan diri dari oprasi yang diarahkan ke Facebook karena mereka memiliki layanan yang jelas berguna. Amazon mengirimkan barang ke rumah Anda. Google membantu Anda menemukan hal-hal online. Apple menjual objek yang sebenarnya. Facebook … membantu Anda terlibat perkelahian? Menghadirkan opini politik teman sekelas Anda ke otak Anda?

Memeriksa Facebook adalah kebiasaan sehari-hari, tetapi itu juga tidak meningkatkan kehidupan atau menjadikannya nomor satu. Tidak banyak orang Romawi yang akan mengatakan hal itu tentang Pax Romana. Beberapa kerajaan jatuh karena mereka menyerbu dari luar atau membusuk dari dalam. Zuckerberg bisa menjadi yang pertama dalam sejarah yang runtuh hanya karena warganya keluar.