Pentingnya Tetap Terhubung Secara Digital dengan Teman Dekat & Keluarga di Masa Pandemi Ini

19

Psikolog Klinis, Belinda Agustya, M.Psi., menjelaskan pentingnya bersosialisasi secara digital selama masa sulit ini.

Seiring dengan meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di seluruh Indonesia, pemerintah Indonesia telah mendorong masyarakat untuk melakukan physical distancing dalam upaya mencegah penyebaran virus lebih meluas. Beberapa kota di Indonesia bahkan telah mengumumkan situasi ini sebagai keadaan darurat dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Isolasi sosial membuat bangsa ini berada dalam periode paling kesepian sepanjang hidup – khususnya di kalangan anak muda.

Berikut kiat-kiat dari Belinda Agustya, M.Psi., Psikolog Klinis, untuk menjaga kesehatan mental selama masa sulit ini:

# 1 Jangan terlalu keras pada diri sendiri

Kita perlu membiarkan diri kita merasa lemah dan memberikan waktu untuk sembuh. Menerima perasaan tidak nyaman sambil melatih diri kita untuk tetap positif akan membantu kita menjadi lebih kuat dalam menghadapi situasi yang menantang ini. Ubah pola pikir kamu; misalnya, lebih baik meyakini bahwa kita aman di rumah daripada berpikir bahwa kita terjebak di rumah. Perawatan diri juga penting; oleh karena itu, kamu dapat meluangkan waktu untuk diri sendiri dengan hal-hal yang kamu suka seperti mendengarkan musik, berolahraga, atau menonton serial TV favorit.

#2 Buat gratitude journal

Rasa syukur erat kaitannya dengan kualitas kesehatan mental dan kebahagiaan. Cara sederhana untuk meningkatkan rasa bersyukur adalah membuat jurnal dan menuliskan hal-hal yang kita syukuri setiap hari. Hal tersebut membuat segalanya menjadi lebih solid dan dapat terinternalisasi ke dalam pikiran kita. Temukan hal yang membuatmu bersyukur dan nikmati kebahagiaanmu!

#3 Olahraga dan makan makanan bergizi

Berolahraga adalah salah satu cara yang disarankan untuk mengurangi stres dan rasa cemas karena tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang membantu mengurangi stres dan mengangkat suasana hati setelah berolahraga. Dalam periode isolasi ini, kita dapat melakukan aktivitas sederhana untuk menjaga tubuh kita seperti naik-turun tangga atau berjalan. Selain itu, pola makan sehat juga dapat menjaga kesehatan mental. Ini terlihat sangat sederhana, tetapi memiliki dampak besar pada kebahagiaan.

#4 Terhubung dengan banyak orang

Menerima perubahan dalam situasi yang tidak menentu ini bukanlah hal yang mudah. Belinda menyarankan cara agar tetap tenang dengan mendorong masyarakat Indonesia menggunakan teknologi untuk tetap terhubung dengan orang tersayang dalam memerangi kekhawatiran tentang pandemi serta perasaan terasing yang dihasilkan dari physical distancing. Anak muda sekarang sangat kritis dan terbuka terhadap informasi, bertukar gagasan dan senang untuk berdiskusi bersama orang dengan latar belakang berbeda. Hal ini sangat ideal untuk menjaga kesehatan mental mereka. Sehubungan dengan pandemi ini, tetap terhubung melalui panggilan video juga bisa membantu menjaga kesehatan mental.

“Manusia adalah makhluk sosial yang perlu tetap terhubung dengan orang lain. Menjalin hubungan dengan teman dekat memunculkan rasa bahagia sehingga membantu mengatasi stres akibat pandemi yang mengharuskan setiap orang harus tetap di rumah. Ini adalah situasi yang menantang terutama bagi anak muda yang memiliki kebutuhan tinggi untuk berinteraksi untuk mendapatkan apresiasi, perhatian atau sekadar terkoneksi dengan orang lain,” kata Belinda

Belinda menambahkan, “Ketika kita memanfaatkan teknologi, misalnya, video call dengan Filter atau Lens menarik yang disediakan oleh platform seperti Snapchat, hal tersebut akan membantu untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan kita. Snapchat menyediakan fitur bagi anak muda untuk mengekspresikan ide-ide kreatif dan inovatif mereka, serta meningkatkan kepercayaan diri ketika mereka dihargai oleh teman-teman dekat yang dapat membuat kesehatan mental mereka lebih baik selama situasi yang tidak menentu ini. “

Snap berkomitmen untuk menghubungkan teman-teman dekat dan memastikan penggunanya mendapat informasi terbaru dengan akses ke informasi berbasis fakta terpercaya pada platform. Menanggapi pandemi ini, Snap telah merilis serangkaian serangkaian stiker Bitmoji bertema kesehatan dengan frasa seperti, “Wash your hands”, “Stay home if you’re feeling sick” dan “Don’t touch your face”, sebagai metode yang menyenangkan dalam mengingatkan Snapchatters untuk mempraktikkan kebersihan selama masa pandemi ini.

“Snapchat berbeda dari media tradisional. Alih-alih memiliki konten terbuka di mana konten yang tidak disukai dapat menjadi viral, kami bekerja keras untuk menciptakan lingkungan yang positif bagi pengguna kami dan memastikan Snapchatters memiliki akses ke informasi yang kredibel dan berdasarkan fakta. Konten pada platform Discover dikuratori dan dimoderasi, dan kami bekerja sama hanya dengan sejumlah mitra terpilih, termasuk beberapa organisasi berita paling tepercaya di seluruh dunia, untuk mengembangkan konten berbasis fakta bagi pengguna kami,” kata Nana Murugesan, Managing Director, International Markets, Snap Inc.