Pemerintah Sri Lanka Mencabut Larangan Akses Media Sosial

85

Pemerintah Sri Lanka mencabut mencabut larangan akses media sosial pasca serangan pada hari Paskah 21 April lalu. Pemblokiran tersebut mempengaruhi layanan jejaring sosial. Penutupan itu pula mengakibatkan terjadinya perdebatan politik tentang seberapa besar efektifitas pelarangan akses ke media sosial.

Hal tersebut dilakukan karena dikuatirkan adanya penyebaran mis-informasi berupa berita, foto dan video tentang serangan tersebut yang telah menelan 250 orang korban tewas. ISIS mengklaim bahwa itu merupakan tanggung jawabnya.

Seorang personel keamanan berjaga di depan Gereja St. Anthony pasca serangan 21 April.
Foto : New York Times

Dilansir dari New York Times (30/04/19), pernyataan pencabutan larangan media sosial oleh Presiden Sri Lanka tersebut diiringi dengan pernyataan kepada publik, “untuk menggunakan media sosial secara bertanggung jawab meskipun larangan tersebut dicabut, karena situasi yang terjadi di negara ini.”

Menurut kelompok pemantau internet, Facebook, Instagram Whatsapp dan viber juga tekena dampak pelarangan atau pemblokiran jejaring sosial.