Pemerintah Bali Tindak Tegas Para Influencer Asing yang Berperilaku Kurang Sopan

37

Pejabat Bali yang marah telah memperingatkan para wisatawan yang berperilaku tidak baik akan dikirim pulang atau menghadapi ritual pemurnian setelah pasangan Ceko memfilmkan diri mereka mempercikan air suci dari sebuah kuil di pulau liburan Indonesia.

Pihak berwenang Bali tampaknya akhirnya kehabisan kesabaran setelah serentetan pelanggaran turis baru-baru ini yang melibatkan seorang Australia menendang seorang pria dari sepeda motor dan seorang pengunjung Rusia yang mencoba menyelundupkan bayi orangutan yang dibius.

Insiden terbaru telah menyebabkan kemarahan khusus ketika terjadi di sebuah kuil di Cagar Alam Hutan Monyet Suci Bali di Ubud, sebuah atraksi populer bagi jutaan wisatawan yang tertarik ke pantai tropis pulau itu dan kehidupan malam yang semarak.

Dalam video yang sekarang dihapus oleh influencer Instagram Ceko, Zdenek Slouka ditampilkan mengangkat rok pacarnya, Sabina Dolezalova, dan memercikkan air ke bagian bawahnya.

Dalam reaksi publik berikutnya, Wayan Koster, gubernur pulau itu, mengatakan pemerintah setempat akan meningkatkan perannya dalam melindungi situs-situs suci.

Sabina Dolezalova (tengah) dan pacarnya Zdenek Slouka berdoa sebelum ritual penyucian

 “Di masa depan, jika ada turis yang berperilaku seperti itu, kita harus mengirim mereka pulangi. Kami akan memberi mereka peringatan ini, ”kata Koster dalam sebuah pernyataan.

Pasangan yang menyesal itu berusaha menebus kesalahan pada hari Kamis dengan ikut serta dalam upacara penyucian ritual di mana mereka mengenakan pakaian tradisional dan menyentuh tangan-tangan yang menempel di kepala mereka sebagai bentuk penghormatan.

“Saya sangat senang bahwa kita memiliki kesempatan untuk memurnikan tempat ini dan sekarang saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang Bali karena mereka sangat baik kepada kami,” kata Slouka sesudahnya.

Arya Wedakarna, seorang senator setempat, menyarankan ritual itu bisa dibuat wajib di masa depan untuk kejanggalan wisatawan.

“Mereka membuat kesalahan dengan mengotori pulau kami,” katanya kepada AFP, “Siapa pun yang melanggar tradisi kami harus mengambil bagian dalam ritual pemurnian,” tambahnya.