NASA Sedang Mengembangkan Robot Lunak

132

Jika dulu kita mendeskripsikan robot sebagai sebuah karya teknologi yang terbuat dari metal, keras dan kaku, maka sekarang kita bisa saja membayangkan sebuah robot dengan permukaan lunak dan lentur.

Dua orang pekerja magang di NASA, yang merupakan bagian dari sebuah kelompok kerja yang lebih besar, membuat soft robot atau robot lunak, yang dapat digunakan untuk mejelajahi ruang angkasa.

Keuntungan dari robot ini adalah kelenturannya dan, dalam beberapa hal, dianggap mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Robot lunak bergerak dengan cara yang mirip dengan organisme hidup. Kemampuan ini akan membuatnya lebih mudah masuk dan mengeksplorasi tempat-tempat yang sempit.

Kedua pekerja magang tersebut yaitu Chuck Sullivan dan Jack Fitzpatrick bekerja di Langley Research Center NASA di Hampton, Virginia, untuk membuat aktuator robot lunak. Aktuator sendiri merupakan komponen mesin yang mengontrol alat gerak robot. Aktuator robot lunak ini dibangun dengan membuat cetakan 3-Dimensi, selanjutnya cetakan itu diisi dengan bahan silikon atau bahan yang bersifat lentur lainnya.

Mengisi cetakan dengan bahan yang bersifat lentur

Saat ini, keduanya menggunakan serangkaian selang dalam kantung udara untuk mengontrol pergerakan robot. Dengan menyesuaikan jumlah udara di ruang aktuator, robot tersebut dapat menjadi lunak dan lentur, seperti halnya otot manusia.

Secara khusus, keduanya sedang menyelidiki empat sifat utama dari aktuator, yaitu mobility, joining, leveling dan shaping – serta bagaimana menggunakannya dalam eksplorasi ruang angkasa.

Seperti yang dipaparkan dalam situs Livescience, mobility mengacu pada bagaimana robot bergerak di lingkungannya, sementara joining menyangkut bagaimana robot dapat bergabung dengan robot lunak lainnya (misalnya, untuk membuat tempat perlindungan sementara yang besar). Leveling mengacu pada bagaimana robot dapat memenuhi suatu ruang, sementara shaping menyangkut cara-cara untuk menambah kekuatan pada bahan yang digunakan.

Chuck Sullivan

Jack Fitzpatrick

Kedua pekerja magang tersebut bekerja dengan penyidik utama sekaligus insinyur komputer, James Neilan, serta wakil penyidik utama sekaligus insinyur penelitian ruang angkasa, Matt Mahlin, yang bersama-sama menciptakan proyek magang ini di Langley Research Center NASA. Keduanya memeriksa seberapa baik robot lunak akan bekerja di ruang angkasa. Bulan ini, para peneliti dan ahli robotika dari seluruh negara akan mengunjungi Langley untuk memberikan umpan balik kepada
Chuck dan Jack tentang robot lunak mereka, dan selanjutnya mereka akan terus melakukan perbaikan sepanjang musim panas.