Menyetarakan Peluang Perempuan Dalam Berbisnis

216

9 Maret 2020, Jakarta: Hari Perempuan Internasional tahun ini merayakan konsep kesetaraan bagi perempuan. Tema tahun ini, #EachforEqual, menganjurkan bahwa dunia yang setara adalah dunia yang memberikan kekuatan bagi seseorang. Hal ini benar adanya, terutama dalam dunia bisnis, ketika perempuan menghadapi sejumlah stereotip dan bias yang dapat menghambat kemajuan mereka. Saat kami merayakan pencapaian dan prestasi perempuan setiap tahunnya, kami juga memiliki kewajiban untuk memahami rintangan yang mereka hadapi, sehingga kami dapat berkontribusi dalam membangun dunia dengan kesetaraan gender yang lebih baik.

Ini mengapa kami berinvestasi dalam riset Future of Business – sebuah kolaborasi antara Facebook, Bank Dunia, dan OECD untuk melakukan survei kepada jutaan bisnis kecil di Facebook di seluruh dunia selama dua kali dalam setahun. Kami juga membagikan data tiap negara dari survei ini secara terbuka bagi pembuat kebijakan, lembaga penelitian, dan organisasi nirlaba, untuk memberikan pandangan global tentang tantangan dan peluang bisnis kecil online. Data ini dikumpulkan di lebih dari 100 negara pada akhir 2019 dan berfokus pada isu-isu yang dihadapi perempuan dalam bisnis, termasuk alasan mereka memulai bisnis, akses ke kredit, skala bisnis, dan pendapat mereka tentang bagaimana media sosial membantu perkembangan bisnis.

Di Indonesia, 29% pelaku bisnis yang disurvei melalui Facebook adalah perempuan, dan 28% dari mereka memulai bisnis karena situasi dan waktu yang fleksibel, 18% mengatakan membangun bisnis sebagai wujud nyata cita-cita mereka, dan 20% menyebutkan membangun bisnis karena mereka ingin menjadi bos untuk diri mereka sendiri. Para perempuan ini juga menggarisbawahi pentingnya peran media sosial terhadap bisnis mereka, dengan 64% mengecek Facebook Page mereka setiap minggunya, dan 89% menyebutkan media sosial sangat membantu bisnis mereka.

Namun, para perempuan wirausaha ini masih menghadapi tantangan dalam pertumbuhan dan keuangan. Terlepas dari kenyataan bahwa 53% dari mereka memiliki setidaknya dua tahun pengalaman bekerja di industri, survei kami menunjukkan 87% perempuan wirausaha di Indonesia memimpin bisnis dengan jumlah karyawan kurang dari 10 orang, dan menjalankan bisnis yang lebih kecil daripada rekan-rekan pria mereka. Hanya 20% perempuan wirausaha yang memiliki akses ke pinjaman atau kredit.

Di Facebook, kami berkomitmen untuk memberikan dunia yang setara dengan mendukung perempuan melalui inisiatif-inisiatif yang dapat membantu mereka, serta menawarkan pelatihan, bimbingan, jaringan, dan komunitas, yang semuanya merupakan faktor-faktor penting dalam membantu para perempuan sukses dalam bisnis mereka.

Kami juga memiliki program-program seperti #SheMeansBusiness, yang memberikan kesempatan bagi para perempuan untuk terhubung agar dapat saling belajar. Kami telah memberikan pelatihan bagi lebih dari 320.000 usaha kecil menengah di 197 lokasi di Asia Pasifik – 50 persen diantaranya adalah perempuan wirausaha.

Tahun ini, kami meluncurkan #TechByHer, sebuah inisiatif yang menyediakan program yang lebih inklusif dan mendukung para perempuan dalam dunia teknologi di seluruh Asia Pasifik. Program ini memberikan pelatihan untuk membuat produk yang lebih baik dan meningkatkan skala bisnis mereka, tips tentang bagaimana menggunakan platform kami untuk monetisasi produk, dan berbagi kisah sukses dari para developer dan pelaku bisnis di seluruh dunia.

Di seluruh platform kami, kami telah melihat dampak positif yang dapat diciptakan oleh perempuan di komunitas ketika mereka memiliki suara – mulai dari membangun bisnis, memulai gerakan sosial, hingga memberdayakan satu sama lain. Kami berharap dapat merayakan keberhasilan mereka di tahun-tahun mendatang dan berkontribusi untuk dunia yang lebih setara.

-Selesai-