Menghabiskan Waktu Online Apakah Selalu Berdampak Buruk?

102

Sekarang ini, penggunaan media sosial hampir dapat ditemukan di mana-mana, terutama di kalangan remaja, fenomena ini membuat sejumlah ahli bertanya-tanya apakah kecanduan smartphone mengarah pada lonjakan depresi dan masalah kesehatan mental lainnya. Nah, sebuah studi penelitian yang diterbitkan pada Jumat lalu menunjukkan bahwa ketakutan seperti itu sepertinya berlebihan.

Sebuah studi dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry, seperti yang dilansir oleh The New York Times, menyisir sekitar 40 studi yang telah meneliti hubungan antara penggunaan media sosial, depresi, dan kecemasan pada remaja.

“Tinjauan ini menyoroti bahwa sebagian besar penelitian sampai saat ini bersifat korelasional, berfokus pada orang dewasa versus remaja, dan telah menghasilkan campuran yang sering kali bertentangan dengan asosiasi positif, negatif, dan nol,” menurut penelitian yang dipimpin oleh Candice Odgers, seorang profesor di University of California, Irvine.

Odgers, juga pernah menulis studi yang diterbitkan pada bulan Agustus di jurnal Clinical Psychological Science dan menyatakan bahwa waktu yang dihabiskan remaja di ponsel mereka dan online tidak semuanya buruk. Penelitian ini menguji beberapa remaja apakah lebih banyak waktu yang dihabiskan menggunakan gadget terkait dengan kesehatan mental yang memburuk ? jawabanya tergantung, bisa berarti baik atau buruk, namun tidak selalu buruk seperti yang gencar dikampanyekan -di berbagai media sosial sendiri.

“Mungkin sudah waktunya bagi orang dewasa untuk berhenti berdebat tentang apakah smartphone dan media sosial baik atau buruk bagi kesehatan mental remaja dan mulai mencari cara terbaik untuk mendukung mereka baik dalam kehidupan offline maupun online,” kata Odgers.