Mencurigai Kasus 0 Covid Cina, Perdana Menteri Inggris Hendak Memutus Kesepakatan Dengan Huawei

37

Perdana menteri Inggris, Boris Johnson dilaporkan sangat marah dengan negara China. Mereka menuduh Cina menyebarkan info palsu dan berbohong tentang jumlah kasus yang dimilikinya.

Para ilmuwan dilaporkan telah memperingatkan Johnson bahwa Cina bisa memiliki 40 kali lebih banyak kasus daripada yang tertulis. Itu bisa mendorong sang perdana menteri untuk memutuskan kesepakatan dengan perusahaan telekomunikasi Cina, Huawei.

Para ilmuwan telah memperingatkan Johnson bahwa China bisa jadi mengerucutkan jumlah kasus koronavirus yang dikonfirmasi. Cina telah melaporkan 81.439 kasus hingga kini tapi bisa Jadi sebenarnya jumlahnya 15 hingga 40 kali lebih banyak.

Para pejabat juga percaya Cina sedang mencoba untuk memperluas kekuatan ekonominya dengan kedok menawarkan bantuan ke negara-negara lain yang berusaha memerangi virus.

Seorang menteri kabinet yang dikutip oleh Mail pada hari Minggu mengatakan: “Kita tidak bisa berdiri dan membiarkan keinginan negara China untuk kerahasiaan merusak ekonomi dunia dan kemudian kembali seperti tidak ada yang terjadi.

“Kami mengizinkan perusahaan seperti Huawei tidak hanya dalam perekonomian kami, tetapi menjadi bagian penting dari infrastruktur kami.

‘Ini perlu ditinjau segera, seperti halnya infrastruktur strategis penting yang bergantung pada rantai pasokan China.”

Johnson telah menulis kepada setiap rumah tangga di Inggris yang mendesak orang-orang untuk terus mengikuti aturan jarak sosial yang ketat.

Perdana menteri, yang minggu ini dites positif untuk virus korona, mengatakan: “Kami tahu segalanya akan menjadi lebih buruk sebelum mereka menjadi lebih baik.”

“Tapi kita membuat persiapan yang tepat, dan semakin kita semua mengikuti aturan, semakin sedikit nyawa yang akan hilang dan semakin cepat hidup dapat kembali normal.”

Perdana menteri awal pekan ini memperkenalkan lockdown, memberi tahu orang-orang untuk tidak meninggalkan rumah mereka dan memberi polisi Inggris wewenang untuk mendenda mereka yang tidak patuh.