Meditasi Tidak Selalu Menimbulkan Efek Menyenangkan Bagi Beberapa Orang

91

Meditasi telah menjadi kegiatan populer di banyak negara, di mana ia umumnya disajikan sebagai kebiasaan gaya hidup positif yang berpotensi meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Penelitian selama beberapa tahun terakhir telah mengaitkan praktik meditasi dengan sejumlah manfaat yang mungkin, termasuk penurunan stres dan penurunan tekanan darah. Namun, sebuah penelitian baru memperingatkan bahwa banyak orang melaporkan pengalaman meditasi ‘yang sangat tidak menyenangkan’.

Bermeditasi untuk kesehatan

Meditasi memiliki sejarah panjang, dan meskipun tetap menjadi praktik spiritual bagi banyak orang, semakin banyak orang yang mengadopsi praktik meditasi teratur dari gaya hidup sekuler dan sudut pandang kesehatan. Ada berbagai praktik meditasi, tetapi yang paling umum di dunia Barat adalah meditasi perhatian penuh.

Latihan meditasi pribadi lebih mudah diakses dari sebelumnya karena popularitas aplikasi meditasi seluler yang meroket, yang memungkinkan siapa saja untuk berpartisipasi dalam sesi meditasi menggunakan telepon. Menurut Pusat Nasional untuk Kesehatan Komplementer dan Integratif, beberapa penelitian telah menemukan bahwa bermeditasi dapat mengurangi tekanan darah, gejala IBS, insomnia, dan masalah dengan depresi dan kecemasan.

Petunjuk studi berisiko

Para peneliti dari University College London telah menyentuh suatu aspek meditasi yang kurang diperhatikan: potensi efek yang tidak diinginkan atau tidak menyenangkan. Menurut sebuah penelitian, tim yang diterbitkan dalam PLOS ONE, sekitar 25% dari meditator reguler telah mengalami pengalaman psikologis ‘yang sangat tidak menyenangkan’ saat bermeditasi.

Pengalaman tidak menyenangkan ini termasuk ’emosi yang terdistorsi’ dan ketakutan. Tim juga menemukan bahwa orang-orang yang cenderung terlibat dalam pemikiran negatif berulang-ulang, juga orang-orang yang melakukan praktik meditasi dekonstruktif seperti Vipassana, lebih mungkin melaporkan mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan.

Penelitian ini melibatkan 1.232 orang yang secara teratur berlatih meditasi selama minimal dua bulan. Dari para partisipan, studi ini mencatat bahwa individu dan wanita yang religius cenderung melaporkan mengalami salah satu dari pengalaman yang tidak diinginkan ini. Alasan untuk pengalaman negatif, serta seberapa umum mereka dalam komunitas meditasi yang lebih luas, tetap tidak jelas.

Batas studi

Para peneliti mencatat beberapa keterbatasan yang terkait dengan penelitian ini, terutama kurangnya data tentang apakah para peserta memiliki masalah kesehatan mental yang sudah ada sebelumnya yang berpotensi berkontribusi terhadap efek.

Penulis utama studi ini, Marco Schlosser, juga menyentuh aspek lain dari pengalaman negatif ini, yaitu bahwa beberapa dari mereka mungkin menjadi bagian dari proses. “Kapan pengalaman tidak menyenangkan elemen penting dari perkembangan meditasi,” kata Schlosser, “dan kapan mereka hanya efek negatif yang harus dihindari?”

Penelitian tambahan tentang meditasi diperlukan untuk menentukan sifat dari pengalaman negatif ini.