Kursus Online Mengenai Kecerdasan Buatan (AI) di Finlandia Berhasil Meraup 140.000 Peserta Global

259

Suatu kursus online gratis mengenai kecerdasan buatan (AI) yang dicanangkan Universitas Helsinki telah menarik 140.000 siswa dari seluruh dunia.

Diluncurkan pada musim semi 2018, Elemen AI tersedia dalam bahasa Inggris dan Finlandia. Kursus ini awalnya dicetuskan dengan tujuan ambisius, yaitu untuk melatih satu % populasi Finlandia – 55.000 orang – memahami dasar-dasar AI.

Terinspirasi oleh model Finlandia, Swedia dan Belanda telah menciptakan kursus serupa, dengan 15 negara lain tertarik untuk mengembangkan kursus yang sebanding untuk warga negara mereka.

Finlandia menjadi negara pertama yang membuat satu 1% penduduknya paham AI.

Kursus itu tersedia online secara gratis dan tidak memerlukan prasyarat keterampilan teknologi. Karena ini juga ditawarkan dalam bahasa Inggris selain bahasa Finlandia, hampir 40 % peserta kursus berasal dari negara di luar Finlandia.

Kepala Digitalisasi Universitas Helsinki Jaakko Kurhila mengatakan bahwa ia dan timnya terkejut dengan popularitas kursus.

“Kursus online gratis dapat menjangkau ribuan orang, tetapi kami tidak pernah bermimpi mencapai lebih dari 100.000 orang,” katanya.

Kepala Pejabat Digital Universitas Helsinki, Jaakko Kurhila mengatakan tujuan baru adalah untuk mencapai 1% dari populasi dunia dengan kursus AI online gratis mereka

Ketika universitas meluncurkan kursus setahun yang lalu, tujuan mereka adalah untuk mendidik satu % penduduk Finlandia, yaitu 55.000 orang. Kemudian, media internasional mendapat ide dan awal tahun ini publikasi seperti Politico dan Wired menampilkan tujuan pelatihan ambisius dari negara kecil Nordik.

Target satu persen tercapai dalam beberapa bulan peluncuran. Sekarang Universitas Helsinki telah merevisi tujuan mereka ke tujuan yang lebih ambisius: untuk mendidik satu persen populasi dunia, yaitu 77 juta orang.

Belanda mengambil inspirasi dari Finlandia dan dari awal tahun telah melatih penduduknya di AI melalui kursus gratis yang ditawarkan oleh Universitas Amsterdam. Versi bahasa Swedia dari kursus AI Universitas Helsinki dimulai pada bulan Mei di Swedia dan negosiasi sedang dilakukan dengan negara lain.

Aino Heikkinen, yang bekerja sebagai manajer sumber daya manusia, adalah salah satu dari 140.000 orang yang mengikuti kursus AI di Finlandia. Dia mengatakan alasan dia mendaftar dimotivasi alasan profesional: tempatnya bekerja, Population Register Center, sebuah agen pemerintah Finlandia yang menyediakan layanan informasi demografis, adalah lingkungan di mana penting untuk memahami perkembangan digital.


Aino Heikkinen mengambil kursus kecerdasan buatan online dan mendorong seluruh keluarganya untuk turut mengikuti langkanhnya

Heikkinen mengatakan bagian yang paling sulit dari kursus adalah jaringan neuro. Jaringan neuro adalah model perhitungan yang digunakan dalam kecerdasan buatan yang meniru aktivitas otak manusia.

“Itu tidak mudah, saya benar-benar harus berhenti dan memikirkannya,” katanya, sambil menambahkan: “jika tidak, kursus ini menawarkan pandangan singkat tentang apa yang akan terjadi.”

Ketakutan akan masa depan yang tidak diketahui

Direktur Inteligensi Buatan Buatan Reaktor, Hanna Hagström, mengatakan salah satu alasan utama popularitas kursus ini adalah bahwa banyak orang takut kehilangan kendali jika mereka tidak mengikuti perkembangan teknologi.

Kurhila Universitas Helsinki memiliki pandangan yang sama. “Ketika Anda tahu lebih banyak tentang AI, masa depan dapat dirangkul dengan lebih percaya diri dan lebih sedikit rasa takut bahwa AI akan mengambil alih dan menghancurkan kita semua,” katanya.