pemenang seleksi multipleksing siaran tv digital

Kominfo Tetapkan Pemenang Seleksi Penyelenggara Multipleksing Siaran TV Digital di 22 Provinsi

18

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah menetapkan hasil seleksi penyelenggaraan multipleksing siaran televisi digital siap mengudara.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan tim seleksi telah mengumumkan hasil penyelenggaraan multipleksing siaran TV digital di 22 provinsi atau wilayah layanan pada tanggal 26 April lalu.

Selain itu Menkominfo juga menyampaikan saat itu tim seleksi memberikan kesempatan masa sanggah hingga 30 April 2021.

“Tim seleksi juga memberikan kesempatan masa sanggah hingga 30 April 2021. Terhadap sanggahan-sanggahan, telah diberikan jawaban, klarifikasi, dan penjelasan sesuai dengan aturan-aturan dan mekanisme yang tersedia,” kata Johnny G. Plate dalam konferensi pers yang ditayangkan online, Senin (3/5).

Adapun, hasil resmi dari seleksi penyelenggara multipleksing per Senin (3/5) di antaranya: Emtek Group, dengan wilayah layanan yang diperoleh 9 wilayah, Metro TV Group, dengan wilayah yang diperoleh 9 wilayah, NTV Group, dengan wilayah layanan 2 wilayah, RCTI/ MNC, dengan wilayah layanan 9 wilayah, Viva, dengan wilayah layanan 5 wilayah.

Tak hanya itu, Johnny menuturkan penetapan hasil seleksi ini, penyelenggara multipleksing atau pemenang seleksi berhak atas pengelolaan 50 persen dari kapasitas saluran siaran multipleksing untuk program siaran afiliasinya.

“50 persen sisa kapasitas siaran tersebut disewakan kepada lembaga penyiaran swasta (LPS), lembaga siaran lokal (LPL), dan lembaga penyiaran komunitas (LPK) melalui mekanisme yang ditetapkan oleh penyelenggara multipleksing bersama-sama dengan LPL dan LPK,” kata Johnny.

Dalam hal ini, Johnny menyampaikan TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Pemerintah (LPP) juga memiliki slot siaran yang dapat dimanfaatkan para penyelenggara di LPS, LPL, dan LPK.

Jhonny juga mengingatkan kepada seluruh pemenang seleksi agar dapat segera menyelesaikan segala kewajiban-kewajibannya sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

“Dalam hal ini adalah infrastruktur kewajiban ini menjadi prasyarat yang harus dipenuhi dan pemerintah akan meninjau serta mengevaluasi realisasi dari komitmen-komitmen penyelenggaraan multipleksing tersebut,” ujar Jhonny.

Lebih lanjut, Dia mengumumkan selain melakukan seleksi, pemerintah pun tengah mengevaluasi atas 12 wilayah atau provinsi untuk menetapkan status penyelenggara multipleksing.

Jhonny berharap langkah ini adalah awal bagi industri penyiaran Tanah Air untuk segera beralih dari siaran TV analog ke digital yang ditargetkan selesai pada 2 November 2022.