Semakin Banyak Pengguna Sosmed Menghapus Facebook

3997

Sebuah penelitian yang diterbitkan Pew Study menyatakan bahwa hingga tiga perempat pengguna Facebook di Amerika telah mengambil langkah untuk mengontrol privasi Facebook mereka atau bahkan secara drastis menjauhkan diri dari aplikasi Facebook. Kedua tindakan tersebut mencerminkan peningkatan kesadaran audiens terhadap situs sosial terbesar yang saat ini dinilai memiliki andil terhadap privasi penggunanya.

Menurut penelitian, 74 persen pengguna telah mengatur ulang setingan privasi mereka, sebagian tidak lagi aktif berlama-lama, dan tidak sedikit pula yang menghapus aplikasi berwarna biru ini dari ponsel mereka. Semua peserta telah mengambil tindakan ini selama setahun terakhir.

Pengguna tidak mengungkapkan secara pasti mengapa mereka memutuskan mengambil langkah-langkah ini, namun peningkatan angka-angka tersebut sejalan dengan bagaimana pihak Facebook memperlakukan penggunanya di bawah kebijakan data privasi. Di saat yang bersamaan sewaktu hasil dari Pew Study ini diterbitkan, COO Facebook Sheryl Sandberg memberi kesaksian di Kongres tentang campur tangan asing dalam politik Amerika vis a vis Facebook.

Saya penasaran untuk mengetahui berapa banyak orang yang mengubah pengaturan privasi mereka. Kami mengungkapkan beberapa hal mengenai Facebook di tahun lalu, baik mengenai data yang kami kumpulkan maupun pihak-pihak yang diizinkan untuk menggunakannya, maka tidaklah mengejutkan jika banyak pengguna termotivasi untuk menyelamatkan informasi yang sebelumnya tidak pernah dirasa sebagai ancaman.

Facebook telah mengalami pukulan dari kampanye “DeleteFacebook” sejak skandal Cambridge Analytica bocor awal tahun ini, pada saat itu tampaknya Facebook tidak langsung mengalami penurunan jumlah pengguna. Namun meskipun banyak yang menghapus aplikasi Facebook di ponsel mereka tidak semerta-merta akun Facebook terhapus, bisa jadi si pengguna itu tidak lagi hadir di Facebook secara teratur.

Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan lebih dari 44 % orang muda antara usia 18 dan 29 menyatakan bahwa mereka telah menghapus aplikasi tersebut. Ini sejalan dengan semakin berkurangnya jumlah remaja yang mengaku menggunakan platform. Apakah itu berarti remaja dan orang dewasa muda lebih sadar akan kerugian menggunakan jaringan sosial, atau apakah ini hanya efek samping dari kehilangan kredibilitas Facebook di antara generasi Snapchat atau Instagram?.

Studi Pew lain menunjukkan bahwa Facebook tidak memiliki tujuan jelas bagi beberapa penggunanya. Lebih dari separuh orang dewasa yang disurvei oleh Pew mengatakan bahwa mereka tidak memiliki pemahaman yang jelas mengenai cara kerja New Feeds, dan sebagian besar berpendapat bahwa pengguna tidak memiliki kontrol mengenai apa saja yang muncul di New Feeds.

Kini semakin banyak pengguna yang menganggap Facebook sebagai sesuatu yang berpotensi berbahaya karena mereka tidak dapat mengendalikan atau mengambil manfaat dari jalannya laju informasi, maka tidaklah mengejutkan jika banyak dari penguna menghapus aplikasi ini.