Kenapa Sistem Kontrak Smartphone Tidak Ada di Indonesia?

807

Sistem kontrak smartphone sangat jarang untuk ditemui di Indonesia. Sedangkan, di beberapa negara barat sistem seperti itu cukup diminati oleh para pelanggan dan dijadikan langkah marketing oleh para penyedia layanan operator di sana. Lalu, apa alasannya hal tersebut tak dijumpai di Tanah Air?

Bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan XL Network Rally 2016, kami mencoba mempertanyakan alasan dibalik ketidaan sistem kontrak di kubu XL. Menurut pihaknya, konsumen Indonesia memiliki keunikan tersendiri, yang mewajibkan mereka untuk menghadirkan strategi yang berbeda.

XL

Yessie D Yosetya, Chief Service Management XL Axiata

Selaku Chief Service Management, Yessie D Yosetya mengatakan, “konsumen di Indonesia memiliki karakteristik yang unik, dan hampir serupa dengan karakteristik konsumen di negara Asean lainnya, dimana penggunaan kartu kredit sangatlah sedikit.”

Menurut Yessie, sistem kontrak perangkat membutuhkan pemantauan yang sangat ketat. “Kalau menggelar sistem itu (kontrak smartphone), harus ada langkah pengawasan yang cukup ketat. Sedangkan, langkah pengawasan yang paling baik adalah penggunaan kartu kredit,” ujarnya.

Maka dari itu, Yessie merasa sistem kontrak kurang cocok untuk diadakan di Indonesia. “Dengan sedikitnya penggunaan kartu kredit, maka kontrak tidak cocok untuk dijadikan langkah marketing di sini,” lanjutnya.

Untuk memberikan penawaran beragam perangkat yang bisa langsung digunakan bersama layanan XL, pihaknya memiliki banyak pilihan bundling. Bagi Anda yang tertarik, bisa mengunjungi XL Center terdekat.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.