Jabra Evolve2 30

Jabra Evolve2 30: Kenali Fitur Busylight dan Boom-Arm

42

Sebagai salah satu perusahaan penyedia solusi audio dan video, Jabra meluncurkan seri baru yakni Jabra Evolve2 30 dengan beberapa fitur unik untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Country Manager, Enterprise, Jabra, Brodjo Koesworo Hadiputro mengatakan, menjaga produktivitas kerja timnya adalah hal yang ingin dicapai di setiap perusahaan, terutama ketika tidak semua orang memiliki kondisi area kerja yang sama.

“Jabra sangat antusias untuk meluncurkan produk terbaru kami ini. Evolve2 30 hadir sebagai solusi menangkal distraksi yang mempengaruhi produktivitas Anda di kantor, ataupun bagi Anda yang sebagai pekerja fleksibel,” ujar Brodjo Koesworo Hadiputro.

Varian headset Unified Communication (UC) ini menghadirkan beberapa fitur unggulan, yakni memiliki indikator busylight, boom-arm, dan sudah bersertifikasi Microsoft Teams.

Adapun indikator busylight yang terletak di ujung headset berguna untuk memberi sinyal bahwa pengguna sedang melakukan panggilan, dan secara bersamaan, meredam suara bising.

Tak hanya itu hadirnya boom-arm juga meminimalisir pengguna yang kerap lupa menyalakan atau mematik mic saat rapat virtual.

Pengguna cukup menaikkan boom-arm saat tidak berbicara, dan menurunkannya ke arah mulut jika waktunya berbicara.

Kemudahan mengakses platform virtual meeting juga ditunjang oleh sertifikasi Microsoft Teams yang disematkan di headset Evolve2 30 ini.

Tak ketinggalan, terdapat tombol khusus Teams sehingga pemakai bisa dengan mudah memulai dan mengakhiri pertemuan virtual dengan satu sentuhan saja.

Guna mendukung konsentrasi pengguna, Jabra menghadirkan bantalan telinga berbentuk oval yang dilengkapi desain penutup telinga berbentuk miring, yang berfungsi untuk memblokir bunyi maupun gangguan yang muncul.

Jabra Evolve2 30 menghadirkan teknologi microphone call yang berfungsi untuk mengenali suara Anda saat menelpon atau rapat virtual dengan akurat dan meredam suara asing yang masuk.

Anda dan penerima panggilan bisa mendapat kualitas audio yang jernih karena adanya speaker berukuran 28mm yang didukung dengan chipset digital mutakhir.

“Pada headset bersertifikasi UC, ada beberapa persyaratan tambahan, salah satunya side tone, di mana pengguna bisa mendengar suaranya sendiri saat menerima panggilan. Hal ini penting untuk menghindari kita bicara terlalu keras,” jelas Brodjo.

Riset Jabra menunjukkan, 61 persen headset yang digunakan para pekerja professional saat ini tidak bersertifikasi UC (Unified Communication). Padahal, UC Certified headset sangat dibutuhkan dan relevan dengan konsisi saat ini.

Jabra Evolve2 30 juga telah memenuhi persyaratan Microsoft Open Office serta mampu meredam suara di sekitar pengguna (noise) dengan adanya mikrofon yang mutakhir.

Selain itu, uji efektivitas yang ketat memastikan produk ini bisa digunakan di mana saja serta pada software apapun.

Sebagai informasi, Jabra Evolve2 30, kini bisa didapat di sejumlah partner resmi Jabra dengan ketersediaan warna hitam. Adapun untuk harga, produk ini dibandrol dengan harga Rp1.939.999 sebelum pajak.