Israel Serang Palestina, Tagar #AlAqsaUnderAttack Bergema di Twitter

37

Jutaan warganet dari berbagai belahan dunia mengutuk aksi Israel menyerang Palestina. Israel kembali melakukan serangan di kompleks Masjid Al Aqsa dan jalur Gaza hingga berujung jatuhnya korban meninggal dunia.

Berdasarkan laporan Reuters, tembakan roket dan serangan udara Israel itu berlangsung hingga Senin malam. Sejumlah ledakan terdengar di dekat Kota Gaza dan sepanjang jalur pantai.

Aksi tersebut jelas menuai respons dari para warganet di Twitter yang mengutuk keras aksi Israel, Selasa (11/5). Sejumlah tagar #SavePalestine dan #AlAqsaUnderAttack pun menjadi Trending Topic di linimasa Twitter.

Kebanyakan para warganet memberikan dukungan bagi warga Palestina di tengah serangan Israel dan meminta agar lebih banyak pihak yang bersuara dalam kejadian ini.

“biayanya 0 untuk menyebarkan ini, itu bukan hanya tentang agama tetapi kemanusiaan, tetap menyebarkan kesadaran SavePalestine #SaveSheikhJarrah,” tulis akun @taegyufic.

“Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan.” (Q.S Al-Fatihah: 5). Ya Allah lindungi mereka selalu, semoga keadaan segera membaik #SavePalestine #SaveSheikhJarrah #AlAqsaUnderAttack,” tulis akun @rhmwtiptri.

Selain tagar #SavePalestine, tagar #AlAqsaUnderAttack juga turut diramaikan oleh warganet RI dan dunia.

“Jiwa-jiwa tak berdosa dibunuh di mana-mana. #GazaUnderAttack #SavePalestine #AlAqsaUnderAttac,” tulis akun @Dailia131.

“Teroris sejati yang menyerang orang saat mereka sedang berdoa #SaveSheikhJarrah #SavePalestine #AlAqsaUnderAttack,” tulis akun @bobbykimjwn.

“Merayakan setelah pembakaran Masjid Al-Aqsa adalah hal paling menjijikkan yang pernah saya alami. Bagaimana menghancurkan segalanya dan membunuh orang yang tidak bersalah adalah acara yang patut dirayakan!! #SaveSheikhJarrah #AlAqsaUnderAttack #SavePalestine.” tulis akun @koobestie01.

Masjid Al Aqsa menjadi lokasi bentrok Israel dan Palestina terbaru sejak Sabtu (8/5). Sudah dua malam Masjid Al Aqsa diserang, membuat lebih dari 300 orang Palestina terluka akbat tindakan polisi Israel yang menindak massa dengan peluru karet, granat kejut, dan pemukulan.

Analis Sky News Mark Stone yang melaporkan langsung dari Yerusalem menerangkan, ada sejumlah alasan mengapa situasinya memburuk selama beberapa minggu terakhir.

Dalam artikel yang diunggah pada Senin (10/5), dikatakan bahwa keputusan polisi Israel membarikade area tempat duduk di luar Gerbang Damaskus pada awal Ramadhan memicu ketegangan awal.

Hari tersebut juga bertepatan dengan Hari Yerusalem, peringatan pencaplokan wilayah pada perang Timur Tengah tahun 1967 ketika Israel mengambil alih kota itu. Namun, pencaplokan itu tidak diakui oleh komunitas internasional.

Ratusan nasionalis Israel melakukan parade dengan bendera melewati Yerusalem dan kawasan muslim lainnya, termasuk kompleks Masjid Al Aqsa.

Bagi mereka itu adalah pertunjukan patriotisme, tetapi bagi orang-orang Palestina itu adalah provokasi. Bahkan suasana Yerusalem sendiri sudah mulai tegang sejak akhir pekan lalu karena keputusan aparat keamanan Israel untuk menutup akses ke Masjid Al-Aqsa.

Keputusan itu menyulut amarah warga muslim Palestina yang hendak melaksanakan tarawih dan iktikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan. Bentrokan antara warga Palestina dan aparat Israel pun tak terbendung.