Habibie, Bapak Teknologi Indonesia Tutup Usia

14

Mantan presiden Indonesia B.J. Habibie, yang berkuasa selama transisi negara yang bergolak untuk demokrasi setelah mantan pemimpin kuat Suharto mengundurkan diri pada tahun 1998, telah meninggal, kata putranya pada hari Rabu.

Habibie, 83, menderita gagal jantung, Tariq Kemal Habibie mengatakan kepada Metro TV.

Seorang insinyur yang terlatih, Habibie menggantikan Suharto sebagai presiden ketiga Indonesia hanya beberapa bulan setelah menjadi wakilnya, tepat ketika negara itu tenggelam dalam kerusuhan dan pergolakan ekonomi.

Dia memegang kekuasaan selama 17 bulan sampai almarhum Abdurrahman Wahid menjadi presiden dan masa jabatannya ditandai dengan menyetujui referendum untuk rakyat bekas jajahan Portugis Timor Leste.

Tentara Indonesia menyerbu pada Desember 1975 dan tahun berikutnya mencaplok Timor Timur sebagai provinsi ke-27.

Tetapi Habibie tiba-tiba mengubah kebijakan lama pada Januari 1999 dan mengatakan Timor Timur bisa merdeka jika menolak otonomi di Indonesia. Orang Timor kemudian memilih kemerdekaan, melepaskan gelombang kekerasan.

Habibie juga dikenal karena upayanya untuk mengubah Indonesia menjadi pembangkit tenaga teknologi, termasuk mencoba mengembangkan industri pesawat terbang nasional.

Presiden Joko Widodo, berbicara di rumah sakit tempat Habibie dirawat, menggambarkan Habibie sebagai “ilmuwan kelas dunia dan bapak teknologi di Indonesia”.