sistem deteksi gempa di Android

Google Perluas Jangkauan Sistem Deteksi Gempa di Android

91

Google tengah memperluas sistem deteksi dan peringatan gempa berbasis Android sebagai upaya mengatasi permasalahan dalam seismometer dan sistem peringatan dini.

Melansir The Verge, Kamis (29/4), mulai hari ini program yang diluncurkan di California tahun lalu juga akan tersedia di Yunani dan Selandia Baru. Ini pertama kalinya perusahaan menangani segala hal yang berkaitan dengan informasi gempa.

Sistem tersebut akan bekerja menggunakan perangkat Android yang akan merespon gelombang gempa. Kemudian Google akan menganalisis data dari ponsel dan mengirimkan peringatan dini kepada pengguna di area yang terkena dampak.

Nantinya, pengguna akan mendapatkan notifikasi secara otomatis, kecuali mereka memilih keluar dari layanan ini.

Sistem Google berfungsi karena setiap ponsel sudah dilengkapi dengan akselerometer yang saat mendeteksi pergerakan.

Akselerometer juga dapat mendeteksi gelombang gempa primer dan sekunder, hampir bertindak sebagai “seismometer mini, bergabung dengan jutaan ponsel Android lain di luar sana untuk membentuk jaringan deteksi gempa terbesar di dunia”, menurut Google.

Sekadar informasi, ada beberapa batasan pada sistem Google, yakni orang yang paling dekat dengan gempa mungkin tidak akan mendapatkan banyak peringatan dini karena mereka akan menjadi orang pertama yang mendeteksi gempa tersebut.

Dengan demikian, perangkat akan membantu memberikan peringatan kepada orang lain yang lebih jauh agar dapat berlindung.

Google bekerja sama dengan Survei Geologi Amerika Serikat dan Kantor Layanan Darurat Gubernur California untuk mengirimkan peringatan gempa bumi ke pengguna Android di California. Fitur ini sekarang tersedia di Oregon dan akan diperluas ke Washington pada bulan Mei mendatang.