Generasi Milenial

Generasi Milenial: Penggerak Ekonomi Kreatif Baru

1171

Tidak jarang kita mendengar istilah generasi milenial belakangan ini. Sebenarnya siapa mereka dan apa peranan generasi tersebut bagi lingkungan? Apakah kita termasuk dalam generasi tersebut? Kami mencoba memaparkannya untuk Anda.

Saat ini kehidupan digital telah meresap kedalam setiap lini kehidupan manusia modern. Segala aktivitas mereka selalu bersentuhan dengan internet. Perkembangan teknologi ini membawa perubahan pada gaya hidup terutama bagi anak muda yang lahir pada tahun 1990an sampai 2000an.

Mereka lahir dan tumbuh dengan nyaman dalam lingkungan serba digital. Melalui internet, berbagai aktivitas dalam kehidupan mereka menjadi lebih mudah. Mereka inilah yang disebut sebagai generasi milenial atau generasi digital native.

Mereka menemukan caranya sendiri untuk terhubung dan terkoneksi dengan orang lain lewat sosial media, seperti Twitter, Facebook, Path dan sebagainya. Tidak ada lagi jarak, dan semua saling terkoneksi. Mereka merubah tatanan nilai dan gaya hidup selama ini menjadi serba digital.

“Milenial adalah generasi yang melek dengan teknologi dan mereka hidup dalam dunia digital yang sangat kreatif, inovatif dan dinamis,” Yuka Herlanda, Brodo Footwear

Generasi milenial juga menjadi yang terbesar di Indonesia pada tahun 2020. Menurut Yoris Sebastian dari OMG Consulting, pada 2020, jumlah usia produktif melonjak hingga 50-60 persen. Kini jumlah usia produktif 15-35 tahun sudah mencapai 40 persen.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia sejak Indonesia merdeka, satu generasi muda sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi di Indonesia. Mereka menentukan mau dibawa ke mana arah perekonomian kita pada lima tahun mendatang. Untuk itu kita harus benar-benar mendalami karakter dan gaya hidup mereka, agar tidak menjadi malapetaka bagi kita,”tambah Yoris.

Hal ini juga diperkuat oleh data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) lewat data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2014 – 2015, jumlah penduduk Indonesia mencapai 254,9 juta jiwa. Dimana jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 128,30 juta jiwa.

Sementara lewat survei kumpulan data obrolan di Twitter yang dilakukan Provetic selama dua bulan mulai 1 Desember sampai 31 Januari 2016, menghasilkan rentang usia 20 – 24 tahun menjadi usia user terbesar (45%) dari total responden sebanyak 4670 akun.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.