Fitur Enkripsi WhatsApp

Fitur Enkripsi WhatsApp Bisa Buat Aplikasi Ini Ilegal di India?

494

Fitur enkripsi WhatsApp belum lama ini diumumkan oleh dua pendirinya, Brian Acton dan Jan Koum di blog resmi aplikasi yang kini dimiliki oleh Facebook ini. Namun keputusan WhatsApp untuk merahasiakan data pertukaran pesan dan panggilan suara untuk 1 miliar penggunanya di seluruh dunia bisa membuat aplikasi ini ilegal. Setidaknya di India.

WhatsApp membuat pertukaran pesan miliknya menjadi sangat aman dengan menggunakan kunci 256-bit. Pun demikian, menurut peraturan Departemen Telekomunikasi India, perusahaan privat dilarang menggunakan enskripsi melebihi 40-bit tanpa izin pemerintah India. Izin ini sendiri diberikan jika yang bersangkutan memberikan kunci dekripsi kepada pemerintah.

Pihak WhatsApp menanggapi kalau hal tersebut tidak mungkin karena mereka sendiri menggunakan fitur enkripsi WhatsApp tanpa memiliki kunci dekripsi sehingga mereka tidak bisa mengecek apa yang dikomunikasikan oleh penggunanya melalui aplikasi ini.

“Tidak ada seorang pun yang bisa melihat pesan di dalamnya. Tidak penjahat cyber, tidak pula pihak-pihak yang berkuasa. Bahkan kami pun tidak bisa melihatnya. Fitur enkripsi WhatsApp end-to-end memungkinkan komunikasi melalui aplikasiini menjadi sangat rahasia. Mirip seperti komunikasi antar pribadi.” ujar Brian Acton dan Jan Koum.

Baca Juga: WhatsApp Akan Hengkang Dari BlackBerry dan Nokia

Fitur enkripsi WhatsApp bisa menjadi masalah bagi mereka sendiri. India merupakansalah satu pasar terbesar dengan pengguna aktif bulanan yang mencapai 100 juta pengguna atau sekitar 10% dari pengguna global. Di India sendiri, WhatsApp menjadi aplikasi chat paling populer di mana setiap harinya sekitar 51% penduduk India memanfaatkan aplikasi ini untuk berkomunikasi.

Pemerintah India sendiri belum memberikan komentas atas isu ini. Bercermin pada masa lalu, BlackBerry pernah tersandung masalah yang hampir serupa karena fitur enkripsi ini. Pada tahun 2010, pemerintah India mengancam akan melarang peredaran perangkat BlackBerry sehingga memaksa perusahaan asal Kanada ini untuk berunding di Mumbai pada 2012 lalu.

Tidak hanya BlackBerry, pejabat pemerintah bahkan sempat dilarang menggunakan Yahoo dan Gmail untuk berkomunikasi dan 2014 Indian Air Force meminta stafnya untuk tidak menggunakan ponsel dari China karena ditenggarai bisa memata-matai.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.