Di Cina, Robot Menggantikan Peran Pelayan Restauran

526

Sebuah robot pelayan di restauran Cina naik ke atas meja dan membuka kaca penutup untuk menyajikan menu lobster disertai suara robotik berbunyi “silakan menikmati santapan Anda”. Konsep restoran futuristik merupakan inisiatif terbaru dalam raksasa e-commerce Cina, Alibaba. Mereka memodernisasi layanan dan ritel di mana robotika dan Artificial Intelligent digunakan di dalam perdagangan.

Meningkatkan efisiensi dengan menurunkan biaya tenaga kerja adalah tujuan restoran “Robot.He” Alibaba, di mana para pelayan akan digantikan oleh robot seukuran oven microwave yang berguling-guling di ruang makan di atas landasan setinggi meja. “Di Shanghai, gaji seorang pelayan bisa mencapai 10.000 yuan ($ 1.500) per bulan dan dua shift orang dibutuhkan dalam sehari,” kata Cao Haitao, manajer produk Alibaba yang mengembangkan konsep tersebut.

“Tapi kita tidak perlu dua shift jika mempekerjakan robot dan mereka akan bertugas setiap hari secara full time.” Para konsumen akan terhubung kepada jaringan Hema supermarket secara semi-otomatis, di mana mereka akan mengisi daftar belanjaan ke aplikasi seluler dan membawa barang dagangan saat checkout melalui jejak konveyor, atau dikirim langsung ke rumah mereka.

Alibaba kini memiliki 57 market Hema di 13 kota di Cina, yang pada akhirnya keseluruhan market akan dioperasikan oleh robot. Pakar industri mengatakan bahwa para robot tersebut akan berperan lebih sebagai showcase dari kegigihan teknologi Alibaba daripada bisnis serius di negara yang memperkerjakan buruh dengan upah rendah.

Namun sejumlah restoran juga turut mengadopsi teknologi baru di negara di mana pemerintah menggunakan teknologi pengenalan wajah di jalan-jalan untuk mengidentifikasi pelanggar hukum.

Pembayaran digital melalui telepon seluler sekarang telah menyaingi uang tunai dalam berbagai transaksi pembelian. Semakin banyak apotek, toko buku, dan pengecer lain yang menyyediakan layanan tanpa kasir, memungkinkan pelanggan untuk memesan dan membayar barang dagangan yang mereka inginkan ditangani oleh robot.

Saingan e-commerce Alibaba JD.com telah mengumumkan rencana untuk membuka 1.000 restoran pada tahun 2020 di mana makanan akan disiapkan dan dilayani oleh robot.JD.com dan kini mereka juga bekerja untuk memasukkan tenaga robot ke dalam pesawat udara ke dalam jaringan pengiriman mereka. Gerakan itu dapat membantu perusahaan mengurangi biaya karena tingkat pertumbuhan e-commerce China mulai menurun.

“Sebelumnya, semua orang pergi untuk ekspansi cepat. Sekarang pertumbuhannya hilang dan semua orang harus fokus pada peningkatan operasi mereka,” kata Jason Ding, ahli ritel Cina dengan Bain & Company. “Operasi adalah tentang memotong biaya dan menyediakan layanan yang lebih baik, jadi teknologi mesin otomatis ini memainkan peran penting, di tempat yang tepat.