Data Nasabah Diduga Bocor, Ini Respon BRI Life

303

Kasus kebocoran data yang terjadi di institusi milik pemerintah, yakni perusahaan asuransi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BRI Life dikabarkan lewat media sosial.

Dalam cuitan @UnderTheBreach, Selasa (27/7) menuliskan bahwa sebanyak kurang lebih 2 juta data nasabah BRI Life bocor dengan 463 ribu dokumennya berhasil dibajak hacker.

Lebih lanjut, ia mengatakan para peretas memiliki video berdurasi 30 menit yang berisikan cara para peretas mengambil data sebesar 250 GB itu.

Terkait dugaan kebocoran data tersebut, BRI Life pun angkat suara. Corporate Secretary BRI Life, Ade Ahmad Nasution menyampaikan, pihaknya saat ini tengah melakukan investigasi.

“BRI Life bersama dengan tim independen yang memiliki spesialisasi di bidang cyber security tengah melakukan penelusuran jejak digital, dalam rangka investigasi dan melakukan hal-hal yang diperlukan guna meningkatkan perlindungan data pemegang polis BRI Life,” ujar Ade, Rabu (28/7).

Lebih lanjut, Ade pun menyampaikan bahwa BRI Life akan menjamin hak pemegang polis sesuai dengan polis yang dimiliki, termasuk menjamin data pribadi pemegang polis.

Saat ini, BRI Life terus melakukan upaya maksimal untuk melindungi data para pemegang polis melalui penerapan tata kelola teknologi informasi sesuai ketentuan dan standar perundang-undangan yang berlaku.

“BRI Life tidak pernah memberikan data pribadi kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.

BRI Life berkomitmen terus memberikan perlindungan asuransi jiwa bagi masyarakat Indonesia dengan penerapan prinsip tata kelola perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ade menambahkan, jika ada permintaan data pribadi yang mengatasnamakan atau mengaitkan dengan kepemilikan polis di BRI Life, maka pemegang polis dapat menghubungi layanan resmi melalui Call Center di Nomor 1500087, WhatsApp Corporate 0811-935-0087 atau e-mail: cs@brilife.co.id.

Ini bukan pertama kalinya data milik masyarakat Indonesia bocor dan diperjualbelikan di dunia maya. Sebelumnya, akun @UnderTheBreach juga sempat mengungkap dugaan kebocoran data 200 juta warga Indonesia dari situs KPU.

Bahkan belum lama ini, jutaan data BPJS Kesehatan juga bocor di dunia maya dan dijual di forum online Raid Forum.