Dalam Beberapa Kaus, Nikotin Dapat Melindungi Perokok Dari COVID-19

26

Para peneliti yang mempelajari pasien Covid-19 di jaringan rumah sakit umum Paris telah menemukan bukti bahwa perokok bisa terlindungi lebih baik dari virus daripada non perokok, meskipun para peneliti juga memperingatkan bahwa merokok dapat memperburuk gejala bagi mereka yang terjangkit virus corona.

Para peneliti dari beberapa institusi melihat bahwa dari 11.000 atau lebih pasien yang dirawat di rumah sakit umum Paris untuk Covid-19 pada awal April, hanya 8,5 persen adalah perokok, dibandingkan dengan 25,4 persen dari masyarakat umum.

Mereka kemudian melihat lebih dekat pada 482 pasien di rumah sakit Pitié-Salpêtrière di Paris yang dites positif untuk Covid-19 dan menemukan fenomeon yang serupa: 343 yang dirawat di rumah sakit karena komplikasi serius memiliki tingkat merokok 4,4 persen, dan 5,3 persen dari 139 yang dipulangkan dengan gejala yang tidak terlalu serius.

Setelah diselidiki lebih lanjut, memperhitungkan usia dan jenis kelamin, para peneliti menemukan bahwa sejumlah kecil perokok tampaknya memiliki semacam perlindungan terhadap virus.

Temuan ini sejalan dengan studi tentang Covid-19 di Cina, yang diterbitkan pada akhir Maret di New England Journal of Medicine yang menemukan 12,6 persen dari 1.099 orang yang dites positif Covid-19 adalah perokok, sedangkan tingkat merokok di Cina adalah sekitar 28 persen.

Nikotin bisa menjadi alasannya

Studi Perancis “mengkonfirmasi bahwa perokok aktif dilindungi terhadap infeksi SARS-Cov-2,” tulis siaran pers. “Alasan perlindungan ini tidak ditetapkan, tetapi nikotin bisa menjadi kandidat.”

Para peneliti memperingatkan bahwa orang tidak boleh berhenti merokok, karena perokok yang terinfeksi Covid-19 cenderung mengembangkan gejala yang lebih serius.

Bisakah nikotin melindungi Anda dari COVID-19?

Dengan lebih sedikit perokok yang dirawat di rumah sakit, Prancis menyarankan nikotin dapat membantu menangkal infeksi.

Bagaimana cara kerjanya?

Para peneliti menulis: “Meskipun kimia asap tembakau sangat kompleks, data ini konsisten dengan hipotesis bahwa peran protektifnya terjadi melalui aksi langsung pada berbagai jenis nAChR [reseptor nikotin] yang diungkapkan pada neuron, sel imun (termasuk makrofag), jaringan jantung, paru-paru, dan pembuluh darah. “

Dengan kata lain, nikotin dapat menghalangi virus memasuki tubuh melalui neuron dalam sistem penciuman atau melalui sel paru-paru.

Hipotesis masih harus dibuktikan. Para peneliti mencari untuk mengatur studi klinis menggunakan nikotin, menunggu persetujuan dari otoritas kesehatan Perancis.

Penelitian ini memiliki tiga tujuan: untuk melihat apakah nikotin mencegah infeksi pada petugas layanan kesehatan; untuk melihat cara kerjanya secara terapi dan untuk menurunkan gejala pada pasien yang dirawat di rumah sakit; dan untuk melihat pengaruhnya pada pasien dalam perawatan intensif.