ChaCha Van, Aplikasi Sewa Mobil Lokal, Diprotes Asosiasi Pengemudi Taksi Korea

164

Sebuah aplikasi layanan transportasi buatan lokal Korea, ChaCha Van yang dibuat oleh sebuah perusahaan mobile ChaCha Creation, diprotes asosiasi pengemudi taksi di Korea. Mereka mengangap keberadaan aplikasi tersebut bisa membunuh pekerjaan sebagai pengemudi.

Munculnya berbagai aplikasi transportasi dari sekian banyak startup company yang bermunculan, memang tidak bisa dihindarkan bila ada yang keberatan dan memprotes kehadirannya terutama dari pelaku transportasi konvensional. Hal ini juga pernah terjadi kepada dua aplikasi layanan transportasi lokal di Indonesia.

“Kami akan membangun layanan berbagi mobil yang harmonis yang melayani kebutuhan semua orang Korea,” kata ChaCha Creation Chief, Lee Dong-woo setelah menandatangani perjanjian dengan perusahaan penyewaan mobil, seperti yang dilansir dari The Korea Herald (21/06/19).

Pengguna bisa menggunakan ChaCha Van dan meminta layanannya dengan memanggil sebuah van yang memiliki 11 kursi. Hal ini dikarenakan aturan di Korea, satu-satunya jenis kendaraan yang diizinkan menawarkan layanan mengemudi di Korea selain dari operator taksi terdaftar.

Banyaknya penyewa kendaraan yang memakai layanan aplikasi ChaCha Va inilah yang diprotes oleh para pengemudi taksi konvensional. Hal tersebut karena penyewa kendaraan yang mempunyai waktu kontrak yang panjang, bisa menyewakannya kepada pemesan ChaCha Van seolah kendaraan itu miliknya sendiri.

Tada car / The Chosun Ilbo

Pemerintah Korea pun dikabarkan turun tangan menyelesaikan masalah ini. ChaCha Van ini mengikuti keberhasilan aplikasi dengan sistem yang sama yaitu Tada yang telah dirilis sebelumnya.

Para pengemudi Tada sebelumnya juga diprotes karena dianggap bahwa pengemudi Tada hanya sementara dan ilegal. Namun pihak Tada membantah tuduhan itu dengan mengatakan bahwa pengemudi mereka berlisensi. Malah Tada sendiri akan mengeluarkan aplikasi premiumnya.