Apakah Asia Pasifik telah mencapai ‘puncak Proptech’?

226

Penelitian yang dilakukan JLL dengan dukungan data dari Tech in Asia mengungkapkan bahwa pendanaan untuk perusahaan rintisan di bidang teknologi properti turun 38,4% pada 2019

JAKARTA, 3 Maret 2020 – Setelah meraih pendanaan lebih dari $1 miliar pada tahun 2018, perusahaan-perusahaan startup di bidang teknologi properti (PropTech) di Asia Pasifik mengalami penurunan volume pendanaan sebesar 38,4% pada tahun 2019.

Tahun lalu, startup di bidang teknologi properti (PropTech) di wilayah tersebut meraih pendanaan sebesar $625,9 juta, menurut penelitian yang dilakukan JLL dan perusahaan media teknologi Tech in Asia. Jumlah kesepakatan pendanaan juga berkurang, di tahun 2018 terdapat 50 kesepakatan sedangkan di 2019 hanya 38.

“Kami ingin memahami kondisi pendanaan PropTech di Asia Pasifik saat ini, dibandingkan dengan dua tahun yang lalu ketika kami pertama kali menugaskan Tech In Asia untuk membuat Clicks and Mortar: The Growing Influence of Proptech. Data baru yang mereka dapatkan menunjukkan bahwa ada penurunan yang signifikan dalam pendanaan PropTech di wilayah ini,” kata Jordan Kostelac, Director of Proptech, JLL Asia Pasifik.

“Angka-angka ini hanya menunjukkan minat VC (Venture Capital) dan kurang mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi di industri kami. Dari apa yang kami lakukan bersama klien dan rekanan perusahaan, kami melihat bahwa minat terhadap PropTech di Asia Pasifik terus bertumbuh, dan para pemain lama menggunakan pendekatan strategis dan terintegrasi dengan perusahaan start-up, ketimbang menggunakan jalur investasi VC (Venture Capital).”

“Industri real estate relatif terlambat dalam menghadapi revolusi teknologi, hal ini memberikan kesempatan bagi perusahaan besar dan perusahaan real estate untuk berinovasi dan berinvestasi secara internal dalam teknologi. Dan di Asia Pasifik, dimana adopsi teknologi perusahaan sangat cepat karena sifat pasar yang dinamis, banyak perusahaan memasuki kemitraan sambil meningkatkan uji coba dan penerapan teknologi baru dalam portofolio mereka. Misalnya, JLL memiliki solusi teknologi yang luas dan kami juga telah mendirikan Global Centre of Expertise for Technology, Data and Information Management dua tahun lalu untuk mengembangkan solusi baru dengan memanfaatkan teknologi terbaru yang tersedia.

Kejayaan Pre-Series A dan Bidang Proptech di India

Data infografis oleh Tech In Asia menunjukkan bahwa lini start-up pre-series A mencatatkan kenaikan terbesar dalam hal pendanaan dari semula $12 juta menjadi $26,1 juta atau sebesar 117,5 persen (yoy). Hal yang sama juga terjadi di India, dengan pembiayaan proptech yang melonjak 17 kali dari $3,4 juta di tahun 2018 menjadi $56,8 juta di tahun 2019. Namun, pada tahun 2019 angkanya masih di bawah tahun 2017 sebesar $91,7 juta.

“India akan selalu menarik perhatian investor – komunitas teknologinya sudah berhasil menciptakan beberapa solusi inovatif di berbagai kalangan industri. Bidang proptechnya memiliki potensi besar serta kemampuan teknik yang mumpuni. Inilah alasan mengapa JLL bermitra dengan Invest India dalam meluncurkan JLL IDEA akselerator tahun lalu,” kata Kostelac.

Proptech, Keberlanjutan dan Data

Kostelac memprediksi perusahaan real estate akan berinvestasi untuk mengatasi masalah sulit terkait privasi data dan bagaimana menggunakan teknologi untuk mencapai keberlanjutan yang lebih besar pada lingkungan yang dibangun.

“Kita hidup di zaman di mana data mudah dikumpulkan dan privasi data perlu ditanggapi dengan serius. Pemilik bangunan dan penyewa harus memastikan perlindungan yang memadai dan pengelolaan yang benar untuk data mereka,” kata Kostelac.

“Demikian pula, ada peningkatan permintaan untuk memastikan metrik Enviromental, Social dan Governance (ESG) terpenuhi di gedung-gedung dan industri real estate yang lebih luas. Solusi teknologi properti yang dijalankan dengan baik, seperti platform untuk melacak dan mengukur konsumsi energi di gedung, memiliki kekuatan untuk memberikan manfaat ramah lingkungan yang dapat terukur di bidang ini”.

Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat pada infografis ini.


Tentang JLL
JLL (NYSE: JLL) adalah perusahaan layanan profesional terkemuka yang memiliki spesialisasi dalam manajemen real estat dan investasi. JLL membentuk masa depan real estate untuk dunia yang lebih baik dengan menggunakan teknologi yang paling canggih untuk menciptakan berjuta kesempatan bisnis, tempat yang luar biasa, serta solusi real estate yang ramah lingkungan dan berkesinambungan bagi pengguna jasa, masyarakat dan komunitas kami. JLL termasuk dalam perusahaan Fortune 500 dengan pendapatan tahunan $18.0 miliar, beroperasi di lebih dari 80 negara dengan tenaga kerja global mencapai hampir 93.000 pekerja per 31 Desember 2019. JLL adalah nama merek dan merek dagang terdaftar dari Jones Lang LaSalle Incorporated. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi jll.co.id.