Apa Arti Privasi di WhatsApp Buat Anda?

43

Dari urusan personal hingga perasaan aman, berikut hal-hal yang bisa Anda pelajari tentang privasi

Bayangkan ketika Anda sedang duduk di sebuah coffee shop sambil menikmati secangkir kopi dengan seorang teman. Tiba-tiba, sebuah pesan muncul di layar smartphone Anda. Aduh! Anda sedang bertengkar dengan pacar. Melihat ada kesempatan, teman Anda mengintip layar smartphone untuk kemudian berkomentar, “Kenapa pacarmu?”. Merasa terganggu dengan pertanyaan teman Anda?

Sebagian besar orang Indonesia mungkin kurang peduli dengan privasi mereka di WhatsApp, hingga kejadian serupa di coffee shop tadi terjadi pada mereka. Pada 13-15 September 2019, Facebook membuka Facebook Café yang berlokasi di Kawasan Melawai Terpadu, Jakarta, di mana para pengunjung bisa mengetahui informasi lebih dalam tentang cara mengendalikan privasi dan keamanan di Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Di akhir sesi hari itu, WhatsApp mengajak pengunjung untuk berbagi pendapat mereka tentang privasi pada secarik kertas. Kertas tersebut bertuliskan pendapat pengunjung yang kemudian dikunci dalam gembok dan digantung pada sebuah frame yang terbuat dari logam. Hal ini adalah simbolisasi dari amannya percakapan kita di WhatsApp.

Sebagian besar dari 1.200 pengunjung di Facebook Café mengekspresikan pendapat mereka pada gembok-gembok tersebut. Hampir seluruh tulisan mengindikasikan bagaimana privasi menjadi perhatian penting dalam berkomunikasi dengan teman, keluarga, dan rekan kerja mereka.

Berikut adalah hal-hal yang dipelajari oleh pengunjung terkait privasi yang tertulis pada pesan yang terkunci dalam gembok-gembok di Facebook Café:

1.Privasi adalah urusan pribadi

Salah satu cara pengunjung untuk mengartikan privasi dimulai dengan bertanya kepada dirinya masing-masing, apakah hal ini penting? Jawabannya, tentu saja penting! Sebagian besar pengunjung mengutarakan persepsi terhadap privasi dengan menuliskan, “Privasi adalah urusan pribadi yang seharusnya tidak diumbar”, “Privasi bukan untuk konsumsi publik”, dan “Privasi adalah kepunyaan seorang diri dan harus dijaga”.

2.Anda memiliki kendali untuk mengatur privasi bersama WhatsApp!

Pesan kuat yang disampaikan oleh banyak pengunjung adalah kita yang bertanggung jawab untuk mengendalikan privasi diri sendiri. Seorang pengunjung bahkan menulis, “Privasi adalah ketika aku memutuskan apa yang akan aku bagi, kapan, dan kepada siapa aku akan berbagi.” Selain itu, kita juga yang harus belajar cara untuk memaksimalkan fitur-fitur privasi dan keamanan dalam aplikasi.

WhatsApp memaksimalkan privasi dan keamanan ketika Anda menggunakan platform ini, semudah mengetuk tombol setelan atau setting. Anda memiliki kendali untuk menyesuaikan tingkat privasi Anda dengan mematikan Laporan Dibaca atau Read Receipts guna mencegah orang lain untuk mengetahui bahwa Anda telah membaca pesannya.

3. Percakapan saya di WhatsApp terjaga

Benar sekali, percakapan Anda di WhatsApp berada dalam genggaman Anda. Fitur enkripsi ujung ke ujung atau end-to-end encryption pada WhatsApp memastikan hanya Anda dan orang yang sedang berkomunikasi dengan Anda yang dapat membaca pesan yang terkirim. Tidak ada pihak lain, bahkan WhatsApp, yang dapat membacanya. Anda tidak perlu khawatir

untuk berkirim pesan kasih sayang kepada orang-orang terdekat melalui WhatsApp, karena pesan tersebut hanya akan tersimpan antara Anda dan dia.

4. Verifikasi Dua Langkah membuat akun WhatsApp Anda lebih aman

Verifikasi Dua Langkah atau Two-Step Verification merupakan fitur penambah keamanan dalam akun Anda. Fitur ini merupakan pertahanan terbaik agar akun Anda terhindar dari serangan para peretas. Ketika Anda berhasil mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah, setiap upaya untuk memverifikasi nomor telepon Anda di WhatsApp harus disertai dengan 6 digit PIN yang Anda buat menggunakan fitur ini. Untuk mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah, Anda tinggal buka WhatsApp > Pengaturan > Akun > Verifikasi Dua Langkah > Aktifkan.