Akhirnya Printer HP Mengubah Kebijakan Tintanya yang Dinilai Kemahalan Namun Kurang Efektif

107

Bukan rahasia lagi kalau printer HP itu meskipun harganya murah, tapi boros tinta. Ternyata bukan Anda saja yang pernah mengalami, jutaan orang pengguna printer merk ini juga termakan harga murahnya.

Namun setelah sekian lama, HP akhirnya mengubah kebijakan menyangkut bisnis printernya, menurut catatan baru oleh analis Morgan Stanley. Biasanya HP menjual printer dengan harga super murah dan kemudian membebankan harga selangit untuk tinta mungil yang cepat habis dan perlu di isi ulang setelah hanya mencetak seratus-an kertas, beda dong dengan merek printer sebelah yang meskipun mahalan sedikit namun mampu mencetak ratusan tanpa ribet urusan tinta. Pengguna printer HP, terutama tipe Deskjet harus membayar lebih jika ingin terus menggunakan printer ini.

Kif Leswing dari CNBC mem-posting di Twitter pagi ini dan memberitahukan bahwa HP sedang mempertimbangkan untuk pindah dari model bisnis ini. Gizmodo mengonfirmasi isi catatan Morgan Stanley dan juru bicara HP memberi tahu kami bahwa mereka sedang memeriksa laporan itu.

Menurut catatan itu, 20 persen pelanggan HP tidak cukup mencetak atau membeli cukup tinta untuk bisnis yang menguntungkan.

Dua tahun lalu HP menyadari bahwa printer tidak lagi menjadi perangkat sehari-hari, oleh karenanya mereka merilis HP Tango X. Printer ini dirancang untuk dikemas dan dimasukkan ke dalam lemari ketika tidak digunakan.

Namun, ia memiliki kekurangan. Tinta cepat mengering. Kembali pada tahun 2018, HP memberi tahu bahwa tinta harus bertahan lebih dari setahun, tetapi kemudian ditemukan masalah penyumbatan tinta dalam beberapa bulan.

Sekarang pertanyaannya, mengapa ada orang yang mau membeli printer jika tintanya mengering setelah enam bulan? Apalagi jika solusi satu-satunya adalah mengisi kembali kartrid tinta yang mahal.

Kabar buruknya, bagi siapa pun yang ingin membeli printer HP— adalah bahwa Morgan Stanley mengklaim harga perangkat keras HP akan naik, namun langkah HP ini, dinilai cukup masuk akal.