2 Juta Data Nasabah BRI Life Bocor dan Dijual Online

317

Data nasabah perusahaan asuransi BRI Life diduga bocor dan dijual di dunia maya. Data yang bocor tersebut berjumlah besar.

Kebocoran data ini ditemukan pertama kali oleh akun Twitter @UnderTheBeach pada Selasa (27/7). Berdasarkan informasi, ada sekitar 2 juta nasabah yang terdampak dan ada sekitar 463 ribu dokumen berhasil diretas.

“Kebocoran besar, pelaku menjual data sensitif dari BRI Life, perusahaan asuransi Bank Rakyat Indonesia. Dalam video, mereka mendemonstrasikan data besar yang mampu mereka dapatkan,” sebut akun Twitter @UnderTheBreach.

Dia juga menuliskan peretas memiliki video demonstrasi berdurasi 30 menit yang berisi tentang sejumlah besar data sekitar 250GB yang mereka peroleh berbentuk file berformat PDF.

Adapun kebocoran data tersebut berisi sejumlah informasi seperti foto KTP, rekening, nomor wajib pajak, akte kelahiran, hingga rekam medis.

Data-data tersebut dilaporkan dijual di dark web dengan harga permintaan USD 7.000 atau di kisaran Rp101 juta.

Sementara akun lain yang mengabarkan kebocoran tersebut adalah dari perusahaan keamanan cyber @HRock.

Akun itu menyebutkan bahwa kemungkinan komputer karyawan BRI Life yang menjadi sarana bagi hacker berhasil menyusupi data.

“Kami mengidentifikasi beberapa komputer karyawan BRI Life dan Bank Rakyat Indonesia yang mungkin membantu hacker mendapatkan akses awal pada perusahaan ini,” klaim mereka.

Kendati begitu, kabar ini masih sebatas dugaan awal. Jika benar, kasus semacam ini bukan yang pertama kali terjadi di Indonesia.